Corona RI 24 Juni: Tambah 1.113, Total Kasus Dekati 50.000

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
24 June 2020 15:41
Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah Covid-19. (Dok: BNPB)

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah menyatakan total positif pasien virus corona (Covid-19) menembus 49.009 orang hingga Rabu (24/6/2020) pukul 12.00 WIB. Jumlah tersebut bertambah 1.113 orang dibandingkan dengan kemarin.

Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan pasien yang sembuh bertambah 417 orang, sehingga total terdapat 19.658 orang. Data korban jiwa yang terlapor bertambah 38 orang, sehingga menjadi 2.573 kasus kematian.

"Penambahan ini sangat signifikan di beberapa daerah karena kontrak tracing lebih agresif dilaksanakan dinas kesehatan daerah, dan melakukan tes PCR. Ini upaya kita, pemeriksaan harus dilakukan massif, berbasis data kontak tracing secara agresif," ujar Yuri, Rabu (24/6/2020).


Sebelumnya, dalam rangka mendukung keputusan pemerintah untuk membuka beberapa kawasan pariwisata konservasi, pengelola dan pengunjung lokasi wisata wajib untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hal itu sebagaimana yang tertuang pada Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/382/2020, tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum yang disahkan pada Jumat lalu (19/6).

"Bagi pengelola, penting untuk melakukan pembersihan secara berkala. Termasuk disinfeksi pada area, sarana, dan peralatan yang digunakan secara bersama," kata Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Selasa (23/6).

Dalam implementasinya, pengelola harus menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun yang memadai dan mudah diakses, mengecek suhu tubuh pengunjung di pintu masuk, dan memperbanyak media informasi tentang penerapan protokol kesehatan di lokasi pariwisata.

Selain itu, Dokter Reisa juga mengingatkan pengelola untuk memperhatikan para pekerja di lokasi wisata agar terlindung dari penularan COVID-19.

"Memastikan para pekerja SDM pariwisata memahami cara melindungi diri dari penularan COVID-19 dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Jaga kebersihan pribadi seperti sering cuci tangan, konsumsi makanan bergizi, rutin olahraga, dan cukup istirahat," jelasnya.

Kemudian, bagi pengelola juga wajib memperhatikan beberapa hal seperti pembatasan jumlah pengunjung baik secara umum maupun di tempat dan fasilitas tertentu, jarak antar pengunjung, jam operasional, mengoptimalkan ruang terbuka untuk tempat transaksi, dan penggunaan pembatas atau partisi di lokasi pembelian tiket atau customer service.

Selanjutnya, Dokter Reisa mengutarakan pesan untuk para pengunjung lokasi pariwisata agar tetap aman selama berkunjung di lokasi wisata.

"Bagi kita pengunjung, pastikan diri dalam kondisi yang sehat sebelum melakukan kunjungan ke lokasi daya tarik wisata. Apabila sakit, dirumah saja, istirahat yang cukup dan pastikan imunitas kembali dan tubuh fit sebelum memutuskan keluar rumah," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading