Inflasi Rendah, Daya Beli Lemah, Penyakit Baru Gegara Corona

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
23 June 2020 14:45
Bongkar Muat Cabai Merah di Pasar Kramat Jati (CNBC Indonesia/Tris Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama periode pandemi Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) inflasi di Indonesia tercatat melambat. Inflasi yang rendah diperkirakan masih akan terjadi bulan Juni nanti.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi bulan Mei sebesar 0,07% secara month on month (mom) dan 2,19% year on year (yoy). Angka inflasi ini masih lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,08% (mom) dan 2,67% (yoy).


Inflasi bulan Mei 2020 lebih rendah dibanding pola inflasi pada periode Ramadan dan Idul Fitri yang dalam kurun waktu lima tahun terakhir rata-rata tercatat sebesar 0,69% (mom).

Rendahnya inflasi Mei dipengaruhi oleh penurunan inflasi inti dan deflasi kelompok volatile food di tengah inflasi yang terjadi pada kelompok administered prices.

Inflasi inti pada Mei tercatat mengalami perlambatan menjadi 0,06% (mom) dari inflasi bulan sebelumnya yang tercatat mencapai 0,17% (mom). Deflasi kelompok inti disebabkan oleh deflasi kelompok bawang bombay dan gula pasir serta meredanya inflasi harga emas.

Sementara itu kelompok volatile food semakin mencatatkan deflasi. Pada Mei 2020 deflasi kelompok volatile food tercatat mencapai 0,5% (mom). Padahal bulan sebelumnya deflasi untuk pos ini hanya sebesar 0,09%.

Menurut BI, deflasi kelompok volatile food dipicu oleh koreksi berbagai harga komoditas strategis seperti aneka cabai, telur ayam ras hingga bawang putih sejalan dengan melambatnya permintaan, memadainya pasokan dan terjaganya distribusi barang.

Perlambatan permintaan dipicu oleh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai wilayah di Indonesia yang membuat permintaan dari sektor hotel, restoran dan katering (horeka).

Untuk inflasi kelompok administered price bulan Mei tercatat mencapai 0,67% (mom), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,14% (mom). 

Perkembangan inflasi kelompok administere price bersumber dari peningkatan tarif angkatan udara, tarif kereta api, rokok kretek filter dan bahan bakar rumah tangga (BBRT). 

Secara keseluruhan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei di seluruh wilayah Tanah Air memang tercatat rendah. Pulau Sumatera mencatatkan inflasi sebesar 1,22% (yoy), Jawa sebesar 2,6% (yoy), Kalimantan 1,35% (yoy), Bali-Nusa Tenggara 1,49% (yoy), Sulawesi 1,72% (yoy) dan Maluku-Papua sebesar 1,01% (yoy).

Inflasi Juni Diperkirakan Masih Rendah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading