7 dari 10 Orang RI Pendapatannya Anjlok karena Covid-19

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
22 June 2020 15:27
Suasana Pasar Jaya, Kebayoran Lama Jakarta selatan yang ditutup akibat adanya  pedagang  yang terinveksi COVID-19. 18/6/20, CNBC Indonesia/ Tri Susilo

Sebanyak 14 pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dinyatakan terinfeksi positif virus Corona (COVID-19). Akibatnya, pasar tersebut akan ditutup selama 3 hari ke depan.
Informasi penutupan sementara Pasar Kebayoran Lama akibat adanya pedagang positif Corona dibenarkan oleh Wakil Camat Kebayoran Lama, Sidik Rayanta. Sidik menyebut kios yang ada di pasar ini akan ditutup mulai hari kamis ini.   

Dari data yang terima, sebanyak 59 pedagang di Pasar Kebayoran Lama sebelumnya telah menjalani swab test. Hasilnya, ada 14 pedagang dikonfirmasi positif Corona.

Dari pantauan CNBC Indonesia kawat berduri dan garis policeline juga terpasang diarea pasar jaya ini agar para masyarakat tidak memasuki pasar.

Disamping pasar jaya (pasar tradisional tampak buka dan para pedagang tetap melayani pembeli seperti biasa. 

Pengguna sepeda motor yang melewati pasar kebayoran lama agar memakai masker sepertinya, terlihat pedagang masker juga ada dilokasi pasar jaya Kebayoran Lama. 

Petugas keamanan pasar yang berjaga dilokasi terlihat menempelkan selembaran himbauan kepada masyarakat untuk tidak datang ke pasar kebayoran lama terlebih dahulu.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei terhadap masyarakat di tengah pandemi covid-19. Hasilnya, masyarakat kelas bawah yang paling mengalami penurunan pendapatan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, terjadi penurunan pendapatan yang terjadi di seluruh lapisan masyarakat, dari masyarakat golongan bawah sampai masyarakat golongan atas.

Kendati demikian, penurunan yang paling dalam, kata Suhariyanto terjadi pada penduduk berpendapatan rendah atau yang memiliki pendapatan pada pada kisaran Rp 1,8 juta per bulan.


"7 dari 10 orang atau 70,53% berpendapatan rendah menurun pendapatannya. Sementara menengah ke atas, 3 dari 10 orang atau 30,34% [mengalami penurunan pendapatan]. Artinya dampak covid-19 ke pendapatan lebih rendah lebih dalam ke masyarakat berpendapatan rendah," jelas Suhariyanto saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (22/6/2020).

Lebih lanjut, Suhariyanto mengatakan, pandemi covid-19 telah membawa perubahan yang besar terhadap perilaku masyarakat, baik dari sisi mobilitas penduduk, pendapatan dan perubahan pola konsumsi.

Meski tidak ada pengurangan konsumsi terhadap produk makanan dan kesehatan, namun ada penurunan konsumsi BBM hingga transportasi umum. Sementara pengeluaran dalam hal pulsa dan paket data terjadi peningkatan.

"Jadi ada sektor-sektor yang mengalami kemunduran tapi ada yang mengalami gain," ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi pada kuarta II-2020 juga sudah dipastikan akan mengalami kontraksi. Kendati demikian, Suhariyanto tidak menyebut berapa besaran kontraksi ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tersebut.

"Pertumbuhan ekonomi dengan melihat indikator yang ada sampai dengan Mei 2020, bisa dipastikan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 akan mengalami kontraksi," kata Suharyanto melanjutkan.

"Prediksi ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi 3,1% dan kalau kita lihat dari trading economic itu minus 4,8% bahkan ada prediksi sampai minus 7%."


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading