Tiba-Tiba Orang Ramai-Ramai Beli Sepeda Kala Corona, Ada Apa?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
16 June 2020 13:53
Pesepada di Car Free Day (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen sepeda mencatat lonjakan penjualan sepeda beberapa waktu terakhir di masa pandemi corona-19. Minat masyarakat untuk gowes kembali terlihat di kota-kota besar.

Fenomena ini ternyata tidak diprediksi oleh pelaku usaha di bidang sepeda. Mereka mengaku kaget karena situasi ini terjadi pada masa pandemi covid-19, dimana kesulitan ekonomi sedang banyak melanda masyarakat.

"Dalam kondisi prihatin seperti ini kita pun surprise. Nggak sangka sebenarnya kebutuhannya kok jadi kaya gini, orang di rumah semua, nggak keluar. Kok malah gini," kata Ketua Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI) Rudiyono kepada CNBC Indonesia, Selasa (16/6).


Ia memperkirakan ada beberapa aspek yang menjadi penyebab, utamanya adalah keinginan masyarakat untuk kembali beraktivitas di luar ruangan, namun dengan tujuan menyehatkan. "Tuntutan masyarakat untuk hidup sehat itu lebih disadari, bersepeda kini sudah menjadi gaya hidup," sebut Rudiyono.

Selain itu, faktor kecenderungan masyarakat untuk tidak menggunakan transportasi umum disinyalir juga demikian. Banyak masyarakat yang masih khawatir terinfeksi Covid-19 jika harus berkumpul dengan orang-orang tidak dikenal.

"Mungkin pengaruh Gojek dan sebagainya nggak beroperasi, kesulitan akses ruang publik terbatas makanya gunakan sepeda," papar Rudiyono.

Ia belum bisa menyebut angka pasti berapa lonjakan permintaan, utamanya dalam satu bulan terakhir. Namun yang pasti, pelaku usaha sudah mulai berpikir untuk menambah kapasitas produksi sepeda menjadi dua atau tiga shift produksi.

"Dalam setahun kita bisa jual 2,5 juta sepeda, dengan adanya lonjakan ini positif. Tapi kita belum bisa perkirakan peningkatannya berapa," sebut Rudiyono.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading