Internasional

Buntut Kematian George Floyd, Trump Reformasi Kepolisian AS

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
16 June 2020 06:41
Presiden Donald Trump berjalan dari gerbang Gedung Putih untuk mengunjungi Gereja St. John di seberang Taman Lafayette.  (Foto AP / Patrick Semansky)

Jakarta, CNBC IndonesiaPresiden AS Donald Trump rencananya akan menandatangani perintah eksekutif untuk mereformasi kepolisian AS.

Hal ini terjadi di tengah tekanan karena kematian seorang warga Afrika Amerika bernama George Floyd, di tangan polisi AS 25 Mei lalu.



Dikutip CNBC International dari NBC News, penandatanganan akan berlangsung Selasa (16/6/2020). Berbicara pada wartawan, Trump menyakini aturan yang ia buat cukup komprehensif.

"Pada dasarnya, kita akan berbicara tentang hal-hal yang telah kita lihat selama sebulan terakhir dan kita akan memiliki beberapa solusi yang baik," tegas Trump di Gedung Putih.

Perintah eksekutif itu akan berisi dorongan pada polisi untuk menggunakan standar profesional baru. Salah satunya bisa menggunakan kekuatan tapi tentu dengan norma-norma belas kasihan.

Kematian Floyd membuat kemarahan warga AS pada polisi. Bukan hanya itu, demonstrasi terjadi hingga dua pekan lebih untuk menuntut keadilan dan persamaan perlakuan pada ras manapun di negeri itu.

Demo mengusung "Black Live Matter" atau "Orang Kulit Hitam juga Berharga". Demo sempat berujung penjarahan dan bentrok, yang membuat AS menerjunkan pasukan Garda Nasional untuk mengamankan situasi.




Sementara itu, setelah kematian Floyd, aksi demo kembali memanas di Atlanta AS. Demo terjadi karena penembakan yang dilakukan polisi pada warga kulit hitam bernama Rayshard Brooks.

Ini menyebabkan sebuah restoran cepat saji dibakar massa, akhir pekan lalu. Selain itu, 36 pendemo juga ditangkap polisi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading