Impor Buah Segar Hingga Mesin AC Turun di Mei 2020

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
15 June 2020 14:23
Petugas Swalayan mengecek buah dan sayuran di Supermarket Kawasan Tangerang Selatan, Kamis (20/02/2020). Pemerintah berupaya melakukan peningkatan produksi buah-buahan dalam negeri dan diharapkan tidak hanya dilakukanuntuk mendongkrak ekspor. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor pada Mei 2020 sebesar US$ 8,44 miliar. Realisasi ini turun 32,65% dibandingkan April 2020 dan turun 42,2% dari Mei 2019.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, menurut penggunaan barang semua impor mengalami penurunan baik mtm maupun yoy. Terlihat dari impor konsumsi hingga barang modal terkontraksi cukup dalam.

Impor konsumsi tercatat US$ 930 juta, turun 23,08% (mtm) dan turun 39,83% (yoy). Adapun yang mengalami penurunan adalah mesin AC, jeruk mandarin dari china dan buah kurma serta mesin cuci.

"Impor buah kurma turun karena Ramadan dan Idul Fitri telah lewat," ujarnya, Senin (15/6/2020).

Kemudian, impor bahan baku US$ 6,11 miliar, turun 34,6% (mtm) dan turun 43,03% (yoy). Adapun yang mengalami penurunan adalah part transmission portable receiver, raw sugar dan gandum.

Selanjutnya, impor barang modal US$ 1,39 miliar, turun 29,01% (mtm) dan turun 40% (yoy). Komoditas yang mengalami penurunan impor adalah radio telephone dan telegrafi, komputer dan perangkat mesin lainnya.

Sementara itu, peningkatan terbesar barang impor Indonesia pada Mei 2020 berasal dari Afrika Selatan US$ 54,5 juta, kemudian Rusia US$ 33,5 juta, Republik Cheska US$ 25,3 juta, Israel US$ 19,5 juta dan Guatemala US$ 14,2 juta.

Sedangkan penurunan impor terbesar ke RI pada Mei berasal dari China turun US$ 1,4 miliar, dari Jepang turun US$ 672,4 juta dan Thailand turun US$ 321,3 juta. Kemudian dari Korea Selatan turun 199,2 juta dan dari Taiwan turun 157,6 juta.






[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading