Drone Tempur Vs R80 BJ Habibie, Mana Lebih Strategis?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
03 June 2020 15:28
Melihat Kecanggihan Pesawat R80
Jakarta, CNBC Indonesia - Pengembangan drone canggih oleh pemerintah menggeser rencana pengembangan proyek pesawat 80 penumpang (R80) dalam proyek strategis nasional (PSN) 2020-2024. Drone tersebut yakni Medium Altitude Long Endurance (MALE) yang dikembangkan dengan kombatan atau tempur.

Sebelum mendapat slot tempat menjadi proyek strategis nasional (PSN), drone hanya dalam proyek riset nasional (PRN). Namun, setelah mengajukan kepada pemerintah, akhirnya drone yang lebih dipilih ketimbang pesawat R80.

Direktur Utama PT Regio Aviasi Industri (RAI) Agung Nugroho buka suara perihal pergeseran prioritas pemerintah itu. Menurutnya, pesawat berbasis angkutan transportasi lebih memiliki prospek jangka panjang.




"Industri pesawat transport itu adalah penyumbang terbesar untuk revenue-nya adalah lebih besar dari manapun. Makanya orang berlomba-lomba membangun kemampuan di dalam industri pesawat transport bukan fighter," katanya kepada CNBC Indonesia, Rabu (3/6/20).

Adapun drone MALE yang masuk kategori pesawat kombatan, dari sisi ekonomi punya nilai lebih rendah. Biaya pengadaannya pun tak bisa dibilang murah.

"Kalau fighter itu tidak punya nilai ekonominya. Itu nilai pertahanan tapi negara bayar itu lebih mahal. Tidak semua mampu untuk can afford (mampu menjangkau)," katanya.

Ia bisa menjelaskan bahwa R80 dibuat bukan untuk mengisi interest pribadi, meski proyek ini diinisiasi oleh Habibie. Pertimbangan utamanya adalah demi menggairahkan industri pesawat dalam negeri.

"Itu adalah ajakan dari Pak Habibie untuk membangun industri pesawat terbang di mana ujung tombaknya adalah R80. Ini dibuat karena industri pesawat terbang yang ada tidak bisa melakukan pengembangan sebesar itu. Jadi mumpung Pak Habibie waktu itu masih sugeng itu mendorong adanya dukungan swasta," katanya.



[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading