Sayonara! Ambisi Datangkan 17 Juta Kunjungan Turis Asing

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
02 June 2020 14:12
A woman walks her dog on a Paris bridge, with the Eiffel tower seen in background, during a nationwide confinement to counter the COVID-19, Tuesday, April 7, 2020. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (AP Photo/Christophe Ena)
Anjloknya kunjungan wisman membuat devisa pariwisata RI mengalami penurunan. Namun dampak anjloknya sektor pariwisata ini dampaknya tidak se-signifikan seperti yang dialami oleh perekonomian Thailand mengingat ekonomi Indonesia sebenarnya tidak terlalu bertumpu pada sektor pariwisata.


Fenomena anjloknya turis internasional sejatinya tak hanya dialami oleh Indonesia saja, tetapi juga negara-negara lain di dunia mengingat pandemi ini merebak di lebih dari 200 negara dan teritori.

Menurut perkiraan UNWTO, kedatangan wisatawan internasional di tahun 2020 dapat turun 20% - 30% dibandingkan tahun lalu. Itu berarti, sektor pariwisata akan kehilangan US$ 30 - US$ 50 miliar dari pengeluaran para pelancong.


Krisis kesehatan yang terjadi akibat pandemi kali ini memiliki dampak yang lebih dahsyat dari krisis-krisis yang terjadi sebelumnya. Jika berkaca pada krisis keuangan global 2008, kedatangan wisatawan internasional turun sebesar 4%, sementara wabah SARS pada tahun 2003 menyebabkan penurunan hanya 0,4%.

Word Travel and Tourism Council (WTTC) memperkirakan saat ini ada sekitar 75 juta pekerjaan terkait pariwisata yang memiliki risiko tinggi akibat merebaknya wabah Covid-19. Asia-Pasifik diperkirakan akan menjadi wilayah yang paling terkena dampaknya dengan lebih dari 49 juta pekerjaan terpapar ke risiko yang tinggi.



TIM RISET CNBC INDONESIA
(twg/twg)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading