Nih, Bukti Terbaru Warga RI Bandel Tak Patuh Jaga Jarak!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
26 May 2020 13:37
Pengunjung mengugunakan transportasi KRL di Stasiun Tujuan Bogor-Jakarta Kota, Kamis,12/3/2020. Paparan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait risiko penyebaran virus corona yang menyebabkan Covid-19 via transportasi salah satunya KRL commuterline rute Bogor-Depok-Jakarta Kota berisiko tinggi menjadi area penyebaran virus corona terbesar. Beberapa penumpang juga menggunakan masker guna antisipasi penyebaran virus. Pantauan CNBC Indonesia Penumpang yang telah menumpuk mulai berjalan merangsek mendekati arah datangnya kereta. Jam-jam sibuk kendaraan umum dimana banyak para pekerja yang memulai aktivitasnya sehingga terlihat tidak ada tempat untuk bergerak.   (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CBC Indonesia - Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kasus virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) di Indonesia meningkat agak pesat. Kemungkinan ini akibat masyarakat yang kurang disiplin dalam menjaga jarak.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan jumlah pasien positif corona per 25 Mei adalah 22.750 orang. Bertambah 479 orang atau 2,15% dari posisi per hari sebelumnya.

Dalam 14 hari terakhir, rata-rata pertumbuhan kasus corona di Tanah Air adalah 3,39% per hari. Lumayan jauh di atas rata-rata global yaitu 2,05% per hari.




Coba bandingkan dengan negara-negara tetangga. Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pertumbuhan kasus corona di Malaysia dalam 14 hari terakhir adalah 0,62% per hari. Sementara di Singapura adalah 2,35%, Filipina 1,88%, Thailand 0,07%, dan Vietnam 0,89%. Indonesia jauh di atas negara-negara ASEAN-6.


Mengapa kasus corona di Indonesia masih sulit ditekan? Mungkin jawabannya adalah kedisiplinan dalam menjaga jarak.

Mengutip Social Distancing Index keluaran Citi, skor Indonesia per 16 Mei adalah -30. Sepekan sebelumnya, angka Indonesia adalah -39.

Social Distancing Index menggunakan angka nol sebagai patokan. Semakin menjauhi nol berarti masyarakat semakin berjarak. Dalam kasus Indonesia, berarti masyarakat bukannya semakin berjarak tetapi malah semakin intim.



HALAMAN SELANJUTNYA >> NEXT

Pembatasan Sosial Mengendur
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading