Ini Penyebab Kasus Corona RI Nambah Hampir 1.000 dalam Sehari

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
22 May 2020 06:00
Pembagian Takjil Gratis dengan Penerapan Jaga Jarak (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: Pembagian Takjil Gratis dengan Penerapan Jaga Jarak (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah pasien positif virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) di Indonesia semakin bertambah. Apakah jalan untuk kembali hidup normal semakin terjal?

Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah pasien positif corona per 21 Mei 2020 adalah 20.162 orang. Bertambah 973 orang atau 5,07% dibandingkan posisi hari sebelumnya.





Tambahan 973 orang adalah rekor kenaikan harian sejak Indonesia mencatat kasus perdana pada awal Maret. Sementara kenaikan 5,07% dalam sehari adalah yang tertinggi sejak 26 Maret.



"Beberapa minggu ke depan merupakan masa kritis yang berpotensi dapat meningkatkan penyebaran kasus Covid-19 karena memasuki masa Idul Fitri, salat Id berjamaah, berkumpulnya masyarakat untuk silaturahmi, dan potensi arus mudik juga arus balik," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam pernyataan resminya, kemarin.




Kurva kasus corona di Tanah Air belum melandai, malah ada kecenderungan naik. Ke depan, seperti kata Pak Menteri, sepertinya jumlah pasien positif corona bakal makin meningkat. Puncak pandemi virus corona di Indonesia sepertinya masih jauh.

Sementara di negara-negara tetangga situasinya berkebalikan. Misalnya di Thailand, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah pasien positif corona per 20 Mei 2020 adalah 3.084 orang. Bertambah satu orang atau 0,03% dibandingkan posisi per hari sebelumnya.

Negeri Gajah Putih adalah salah satu negara pertama yang mengalami serangan virus corona, dengan kasus pertama dilaporkan pada 20 Januari 2020. Selepas itu, pemerintah menerapkan pembatasan sosial (social distancing) dengan ketat sehingga mampu mempersempit ruang gerak penyebaran virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut.

Hasilnya memuaskan. Sejak 26 Maret, persentase laju pertumbuhan kasus baru sudah berada di bawah 1% per hari dengan kecenderungan turun. Bahkan ada hari-hari di mana tidak ada penambahan pasien baru.



HALAMAN SELANJUTNYA >> NEXT

Bukan Melebar, Jarak Malah Menyempit
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading