Dampak Covid-19

Lebaran Tak Ngaruh, Bisnis Makanan & Minuman Tetap Lesu

News - Daniel Formen Siburian, CNBC Indonesia
19 May 2020 21:19
Sertifikasi halal dinilai menjadi aspek penting dalam bisnis makanan di Tanah Air. Hal itu berkaitan dengan rasa aman seiring garansi yang diberikan atas produk atau jasa yang dibeli.

Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) Sapta Nirwandar mengatakan, untuk perusahaan besar seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), tak bisa dimungkiri sertifikasi halal menambah penjualan produk yang dihasilkan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri makanan dan minuman (mamin) yang awalnya diprediksi kuat menahan pandemi corona justru sebaliknya. Pertumbuhan industri ini malah menunjukkan perlambatan cukup dalam meski ada Lebaran.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi Lukman membeberkan industri tersebut diprediksi hanya tumbuh 4-5% pada tahun ini. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding tahun 2019, yang berhasil tumbuh 7,95%.

Dia menjelaskan penurunan ini disumbang oleh pertumbuhan pada Q1, yang hanya berhasil tumbuh 3,94%. Bahkan menurutnya penurunan ini sudah tertebak apabila berkaca pada pertumbuhan sektor konsumsi PDB Q1 yang hanya mencapai 2,84%.


Lesunya pertumbuhan konsumsi ini tentunya berpengaruh pada pertumbuhan industri mamin, mengingat sekitar 44% konsumsi di Indonesia dikontribusi oleh industri mamin.

"Q1 kita hanya tumbuh 3,94%, jadi perkiraan kami pertumbuhan di 2020 hanya 4-5%," ungkap Adhi dalam diskusi virtual MarkPlus Industry Roundtable Sektor FMCG (19/5).



Adhi juga menjelaskan bahwa pada Februari lalu GAPMMI masih optimistis industri mamin akan tumbuh 8-9%, namun proyeksi tersebut tak lagi relevan melihat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

"Awalnya, pada bulan Februari, kami masih optimistis akan tumbuh 8-9%. Tapi dengan kondisi ini kita perkiraan pertumbuhan total industri mamin tidak mungkin seperti itu," katanya.

Sektor E-Commerce

Adhi mengaku penjualan mamin melalui online atau e-commerce memang mengalami peningkatan 500-600%. Kendati begitu, Ia menyebut peningkatan ini tak dapat menutup penurunan pendapatan dan pertumbuhan di industri mamin secara keseluruhan.

"E-commerce memang meningkat, tapi meskipun peningkatan dilaporkan 500-600%, tentunya ini tidak bisa mengganti penurunan industri mamin secara keseluruhan," katanya.

Namun, penjualan online agaknya cukup membantu bagi produsen mamin, tak heran kini banyak produsen mamin yang menjajakan produknya melalui online. Salah satunya Mayora, yang dikonfirmasi oleh Marketing Director PT Mayora Indah Awin Indrato Sirait. Dalam acara yang sama dirinya mengatakan, selain tetap memasarkan produk secara offline, perusahaan juga tengah memperkuat penjualan melalui e-commerce.

"Omni channel ini berperan sekali untuk kita saat ini. Bukan cuma offline, tapi online kita bangun dan perkuat, di mana kita punya official store di e-commerce," katanya.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading