Internasional

Pandemi Covid-19 Seret Ekonomi Jerman ke Dalam Jurang Resesi

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
15 May 2020 19:27
Bendera Jerman di Gedung Reichstag, Berlin, Jerman pada 2 Oktober 2013 (REUTERS/Fabrizio Bensch)

Jakarta, CNBC IndonesiaEkonomi Jerman jatuh ke dalam resesi setelah mengalami kontraksi kuartalan paling curam sejak krisis keuangan 2009. Demikian menurut data awal yang dirilis Federal Statistical Office of Germany, Jumat (15/5/2020).

Ekonomi Jerman tumbuh negatif 2,2% di kuartal pertama dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, pada kuartal IV-2019, ekonomi Jerman tumbuh negatif -0,1%. Dengan demikian secara teknikal, ekonomi Negeri Panser telah jatuh ke dalam resesi.

Perlambatan ekonomi ini terjadi sebagai dampak pembatasan aktivitas atau penguncian (lockdown) yang diterapkan negara itu untuk menekan penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19. Di mana toko-toko dan pabrik-pabrik ditutup pada pertengahan Maret.



Angka yang buruk itu baru awal. Ekonom memproyeksikan ekonomi negara ini akan mencatatkan penurunan yang lebih dalam pada kuartal kedua. Hal itu mungkin terjadi karena lockdown telah dilangsungkan lebih lama, di mana berbagai sektor yang menyumbang pertumbuhan, seperti pariwisata, tidak dapat berjalan normal.

Namun demikian, ekonomi Jerman tampaknya lebih baik dari pada negara tetangganya, Prancis dan Italia. Ekonomi kedua negara itu masing-masing mengalami kontraksi 5,8% dan 4,7% pada kuartal pertama.

Pertumbuhan ekonomi Jerman yang lebih baik dibandingkan kedua negara itu terjadi karena 16 negara bagian Jerman masih membolehkan sebagian kegiatan ekonomi berjalan selama lockdown. Selain itu, pemerintah Kanselir Angela Merkel juga telah mengeluarkan paket penyelamatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menekan dampak yang dibawa Covid-19.

Salah satu bantuan pemerintah itu memungkinkan pengusaha untuk membuat karyawan memiliki jam kerja yang lebih pendek untuk menghindari PHK massal.



Resesi yang terjadi di Jerman ini didapat setelah pemerintah merevisi data output untuk kuartal keempat sebelumnya, menjadi terkontraksi 0,1%. Penurunan ekonomi dua kuartal berturut-turut ini secara teknis berarti Jerman berada dalam resesi.

"Segala sesuatunya akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik," kata Carsten Brzeski dari ING, sebagaimana dilaporkan Reuters. "Lebih tepatnya, data yang masuk akan lebih buruk, meskipun yang terburuk mungkin sudah terlewati."

"Jika data hari ini adalah hasil dari dua minggu lockdown, tiga minggu lagi lockdown dan pencabutan beberapa langkah yang sangat bertahap tidak menjadi pertanda baik untuk kuartal kedua," tambahnya.

Menurut angka yang disesuaikan secara berkala oleh Federal Statistical Office of Germany, produk domestik bruto di ekonomi terbesar Eropa itu turun 2,3% pada kuartal I setelah mencatatkan kenaikan 0,4% dalam tiga bulan sebelumnya di tahun itu.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan output nasional akan menyusut sebesar 2,2% secara q to q dan kontraksi 2% secara year on year jika disesuaikan secara berkala.


[Gambas:Video CNBC]


(res/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading