Titah Jokowi yang Tiba-Tiba Perintahkan Menteri Cetak Sawah

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
13 May 2020 14:37
Buruh tani padi memanen padi diKawasan persawahan Primeter Selatan, Tangerang, Banten, Kamis (1/3/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga rata-rata Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 5.207,00 per Kg atau turun 3,84 persen dan di tingkat penggilingan Rp 5.305,00 per Kg di Februari 2018. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah wabah pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajaran menterinya untuk mencetak sawah baru di sejumlah wilayah Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama kepala negara melalui video conference, Rabu (13/5/2020).

"Dari hasil rapat, potensi yang dikembangkan bisa di atas 255 ribu hektare di lahan Hamparan, Kalimantan Tengah," kata Airlangga.




Airlangga mengemukakan wilayah tersebut memiliki potensi yang bisa digunakan seluas 164.598 hektare. Dari jumlah tersebut, ada beberapa wilayah yang sudah memiliki jaringan irigasi hingga yang sudah ditanami padi.

"Ada potensi ekstentifikasi sebesar 79.142 hektare. Potensi keseluruhan ini akan dipelajari 3 minggu ke depan, di mana akan dilakukan kajian lingkungan hidup strategis," kata Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo mengatakan bahwa otoritas pertanian telah siap untuk melakukan penanganan khususnya di lahan pengembangan rawa gambut di lahan tersebut.

"Sambil menunggu pematangan lahan seperti rencana pak Menko atas perintah presiden untuk lahan di atas 250 - 300 ribu hektare," katanya.

[Gambas:Video CNBC]



 

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading