Duh, Vietnam Lawan Berat Brebes Tarik Pabrik AS dari China

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
13 May 2020 10:32
Brebes Disiapkan Jadi Lokasi Pindah Pabrik AS dari China. PT KIW
Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan menarik investasi di tengah pandemi corona dan panasnya hubungan AS dan China bakal semakin sengit. Tahun lalu Vietnam banyak mengambil cuan dari relokasi pabrik-pabrik dari China ke luar.

Kini AS ada rencana merelokasi pabrik-pabriknya dari China. Hal ini terungkap dari percakapan rahasia antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, soal rencana relokasi pabrik-pabrik AS di China ke Indonesia 'bocor'. Kawasan Jawa Tengah khususnya Brebes disiapkan untuk menyongsong demi menangkap peluang relokasi pabrik AS dari China. Vietnam lagi-lagi  bakal jadi kuda hitam bagi Indonesia.

PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebagai BUMN pengembang Kawasan Industri Brebes (KIB) di Jawa Tengah menyatakan siap dalam menyambut sejumlah pabrik AS yang berencana merelokasi pabrik ke Brebes, Jawa Tengah.




Namun, Direktur Operasi PT KIW, Achmad Fauzie Nur, sempat mengungkit pengalaman pahit Indonesia pada tahun 2019 lalu, tak ada satu pun pabrik yang relokasi dari China ke Indonesia. Kini, untuk menarik perhatian investor pun tidak mudah, sejumlah negara lain sudah ancang-ancang memberikan kemudahan, dan lagi-lagi kuda hitamnya adalah Vietnam.

"Pemerintah India sudah ancang-ancang mengincar investor global yang mau hengkang keluar China. Apalagi, pemerintah Jepang kasih insentif perusahaan mereka yang mau keluar. Ketika keluar dari China, solusinya mau kemana? Masa mau ke Vietnam semua? Indonesia harus ambil peran ini," katanya kepada CNBC Indonesia melalui zoom meeting dengan Direksi PT. KIW, Selasa (12/5)

Sejumlah alasan yang menyebabkan hengkangnya perusahaan China ke Vietnam adalah akibat persoalan harga lahan. Di sisi lain tanah di Indonesia masih dinilai lebih mahal. Upaya menyesuaikan harga akan coba dilakukan. Saat ini, nilai harga yang dipatok sedang melalui kajian dengan konsultan terkait.

"Nanti tanahnya akan akan berupa HPL (Hak pengelolaan). Artinya nanti akan terhubung dengan PSAK 73 (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) terkait sewa, jadi nanti perlakuan kita kalau sudah ada HPL, nanti kalau ada investasi, kita terbitkan HGB (Hak Guna Bangunan) yang jangka waktu tertentu," sebut Fauzie.

Sementara itu Project Manager Kawasan Industri Brebes Abdul Muis menyebut akan melayani harga yang sekiranya ditetapkan Vietnam. Sehingga harganya berpotensi bersaing.

"Kawasan Industri Brebes nanti bisa disebut tempat industri ramah investasi, berapa harga Vietnam di sana, itu coba kita layani. Investasi harga murah terkait lahan, izin-izin yang lebih mudah," katanya.

Pemerintah dan BUMN membutuhkan sedikitnya Rp 2 triliun untuk pengembangan kawasan 4.000 hektare di Brebes.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading