Pengusaha Belum Yakin Soal Usia 45 Tahun ke Bawah Boleh Kerja

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
13 May 2020 06:39
Pengunjung MRT duduk di bangku yang telah diberi stiker panduan jarak
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah yang akan mengizinkan masyarakat berusia 45 tahun ke bawah untuk kembali bekerja menimbulkan tanda tanya bagi pengusaha. Terutama terkait penerapan dan kekhawatiran meledaknya kembali kasus positif virus COVID-19.

"Pemerintah harus pastikan bahwa ketika ada kelonggaran PSBB, indikator harus jelas bahwa penurunan positif itu," kata ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang kepada CNBC Indonesia, Selasa (12/5/2020).




"Kita nggak mau ketidakpastian, baru seminggu dua minggu, tiba-tiba bikin PSBB lebih besar."

Ia menilai pemerintah harus memantapkan evaluasi, juga mematangkan rencana, apa benar bulan Juli sudah pantas menjadi waktu yang pas kelonggaran PSBB. Termasuk menghitung kembali apa penurunan angka COVID-19 sudah signifikan.



Pasalnya, ketika pemerintah sudah memutuskan untuk buka, maka bisnis akan kembali memasang target usaha. Jika nantinya dibatalkan, maka skenario yang terbangun akan kembali gagal.

Harapan untuk kembali hidup normal pun akan semakin lama. Sehingga ketidakpastian akan makin terjadi dan membingungkan.



"Ketika dunia usaha respons, Oh ini dunia usaha mulai kembali. Berarti ada target dong, target kerja ada. Kemudian pekerja punya harapan, dua bulan kerja saya dapat THR ini yang kemarin tertunda," sebut Sarman.



"Jadi maksud saya lebih cepat lebih baik bagi pengusaha, tapi harus diiringi evaluasi pemerintah mengenai tren ini akan menurun dan pemerintah siapkan infrastruktur untuk monitor, patroli pelaksanaan protokol kesehatan," katanya.



Sementara itu, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, buka-bukaan perihal skenario pemerintah yang hendak memperbolehkan masyarakat yang berusia di bawah 45 tahun untuk kembali beraktivitas.



"Ini harus dilihat konteksnya pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 pada pasal 13. Ada 11 bidang kegiatan yang bisa diizinkan. Nah kenapa kita menganjurkan para pimpinan di perusahaan di kantor memberikan prioritas kepada kelompok usia tersebut," ujar Doni kemarin.



Berdasarkan penjelasan dalam beleid itu, 11 sektor yang dimaksud adalah kesehatan, bahan pangan atau makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri, pelayanan dasar pada obyek vital, serta kebutuhan sehari-hari.



Sebab, menurut Doni, berdasarkan data yang dikumpulkan Gugus Tugas, kelompok usia 60 tahun ke atas memiliki tingkat kematian tertinggi dibandingkan kelompok usia 45 tahun ke bawah.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading