Nyerah, Pengusaha Kemasan Kaleng Mulai PHK Pegawai

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
28 April 2020 16:19
Seorang pekerja membongkar bundel kaleng aluminium terkompresi yang siap untuk didaur ulang di unit produksi produk perusahaan Neuf-Brisach Constellium aluminium di Biesheim, Perancis Timur, 9 April 2018. REUTERS / Vincent Kessler
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Asosiasi Produsen Kemas Kaleng (APKKI), Arief Junaidi, buka-bukaan mengenai dampak pandemi Corona (Covid-19) terhadap industri kemasan kaleng dan botol.

Industri ini banyak menopang industri makanan dan minuman, tapi sektor makanan minuman pun sedang anjlok produksnya sampai 40%, ditambah soal kurs dolar.

"Apakah industri kami terdampak, jawabannya adalah sudah pasti terdampak," tegasnya, saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Selasa (28/4/20).


Dia menegaskan, kondisi pasar yang merosot jadi salah satu pemicu turunnya pesanan kemasan kemasan kaleng. Selain itu, perubahan nilai tukar dolar juga menekan industri ini.



"Dimana sebagian besar kami membeli bahan baku dalam dolar tapi penjualan dalam rupiah," keluhnya.

Kondisi itu membuat sektor ini seolah terhimpit dari berbagai sisi. Opsi menaikkan harga jual produk juga sulit ditempuh dalam situasi seperti ini.

"Untuk mengurangi tekanan ini, menaikkan harga jual produk kami juga bukan hal yang mudah karena customer kami juga mengalami kesulitan yang sama," urainya.

Sehingga rentetan nasib buruk itu akhirnya berdampak pada efisiensi yang mengharuskan memangkas biaya pegawai. Sayangnya, dia tak merinci berapa banyak pengurangan pegawai yang sudah terjadi di sektor ini.

"Saya mendengar informasi bahwa industri kaleng dan tutup botol ini sudah mulai ada pengurangan karyawan atau PHK," ucapnya.

Ia mengakui memang ada kenaikan penjualan untuk produk kaleng sarden. Tetapi yang membuat kaleng sarden hanya beberapa perusahaan saja dan tidak semua anggota APKKI.

"Perlu disampaikan bahwa kenaikan penjualan kaleng sarden tidak berbanding lurus dengan keuntungan yang meningkat karena ada faktor kurs dan bahan baku yang naik harga. Semoga pandemi Covid-19 secepatnya berlalu agar kami bisa menata kembali bisnis ini dari awal lagi," katanya.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading