Penerbangan Terpukul Corona, AP II Janji Tak Ada PHK

News - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
28 April 2020 12:22
A man sits an empty arrival gate at Soekarno-Hatta International Airport in Tangerang, Indonesia, Indonesia on Friday, April 24, 2020. Indonesia is suspending passenger flights and rail service as it restricts people in the world's most populous Muslim nation from traveling to their hometowns during the Islamic holy month of Ramadan because of the coronavirus outbreak.(AP Photo/Tatan Syuflana)
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah dampak pandemi Covid-19 khususnya bagi industri penerbangan, PT Angkasa Pura II (AP II) menegaskan bahwa pihaknya tidak akan merumahkan atau melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya. Meskipun sektor penerbangan terpukul cukup berat dari pandemi.

Direktur Keuangan PT AP II Dodit Wiweko Probojakti mengatakan bahwa perseroan akan tetap menjamin keberlangsungan 6 ribu karyawannya dan tidak akan mem-PHK satu pun karyawan AP II.

"Kami jamin tidak akan ada lay off, Tunjangan Hari Raya (THR) tetap diberikan dan kami tetap memberikan uang pendidikan untuk anak karyawan kami sebesar satu bulan gaji," katanya dalam Virtual Video Interview dengan CNBC Indonesia, Selasa (28/4).



Ia menyebut, salah satu cara perseroan untuk tetap menjaga performa bisnisnya yakni dengan melakukan efisiensi biaya di berbagai proyek dan lini sektor.

Penghematan tersebut di antaranya dengan menunda rencana pengeluaran yang berhubungan dengan investasi, menjaga cash management dan melakukan cost leadership.

"Di kuartal-II kami hanya mengeluarkan budget untuk Sumber Daya Manusia (SDM), operasional bandara juga hanya 51 persen dari yang dianggarkan atau menghemat Rp 2,3 triliun. Kalau kami lihat kami bisa hemat Rp 3 triliun selama setahun," sebut Dodit.

Selain menjamin keberlangsungan karyawannya, Dodit juga menambahkan bahwa AP II merupakan perusahaan di jasa penerbangan yang masih kuat di tengah dampak pandemi Covid-19.

Selain mendapat rating AAA dari Pefindo, perseroan juga masih memiliki saldo cash senilai Rp 3 triliun serta pendapatan konsisten (rutin) senilai Rp 11 triliun hingga Rp 13 triliun per tahunnya.

"Debt to equity dan financial issued kami sangat baik, jadi dengan adanya Covid-19 kami AP II merupakan perusahaan jasa kebandaraan yang masih kuat. Jadi ini blessing in disguise," katanya.

[Gambas:Video CNBC]








Artikel Selanjutnya

RI Positif Corona, Pemeriksaan di Bandara Makin Ketat


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading