Ingat! Bandara Soetta tak Layani Penerbangan Penumpang Lagi

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
24 April 2020 07:11
Kereta Api Bandara melintas di area persawahan jalur rute Sudirman Baru menuju Bandara Soekarno Hatta, Kamis (4/1/2018).
Jakarta, CNBC Indonesia - Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) meniadakan layanan penerbangan untuk penumpang. Pemberlakuan ini mulai dari 24 April - 1 Juni 2020, sejalan dengan adanya laran mudik dari pemerintah Indonesia.

Kementerian Perhubungan hanya memperbolehkan bandara sebagai penerbangan non komersial yang oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Artinya, Bandara Soetta hanya beroperasi untuk penerbangan kargo dan penerbangan lain yang dikecualikan.

"Untuk sektor transportasi udara saya sampaikan pertama larangan perjalanan dalam negeri dan luar negeri baik transportasi udara berjadwal maupun carter 24 April-1 Juni 2020," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara dijabat oleh Novie Riyanto, dalam konperensi pers, Kamis (23/4/2020).


Novie menjelaskan, pengecualian penerbangan hanya dilakukan untuk pimpinan lembaga tinggi negara dan atau wakil kenegaraan organisasi internasional.

Adapun pesawat penumpang bisa digunakan untuk organisasi penerbangan khusus pemulangan WNI, WNA, penegakan hukum dan pelayanan darurat pertugas penerbangan, operasional kargo, juga khusus pengangkutan medis sanitasi dan logistik.

Sementara untuk navigasi udara tetap akan beroperasi secara normal.

"Navigasi udara tetap dibuka 100% sedangkan bandara juga beroperasi seperti biasa dimana mereka wajib layani pesawat take off landing dan lintas bandara tersebut," katanya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang masyarakat mudik demi ke berbagai daerah, mengantisipasi penyebaran virus corona pada Selasa (21/4/2020). Pasalnya, berdasarkan data survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, masih ada 24% warga yang bersikeras untuk mudik.

Sebanyak 7% telah melakukan mudik. Sedangkan, 68% sisanya memastikan tidak akan melakukan mudik pada Ramadan dan Lebaran 2020. "Artinya masih ada angka sangat besar 24% lagi [masyarakat yang akan mudik]," tutur Jokowi.

Secara total, saat ini ada 7.775 kasus corona di RI. Di mana 960 sembuh dan 647 meninggal.

[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading