Internasional

Trump Puji India Setinggi Langit, karena Obat Corona?

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
09 April 2020 08:23
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyanjung Perdana Menteri India Narendra Modi dan rakyat India.
Jakarta, CNBC IndonesiaPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyanjung Perdana Menteri India Narendra Modi dan rakyat India. Bahkan di Twitter pribadinya @realDonaldTrump, ia menyebut tak akan lupa kebaikan hati yang diberikan negeri itu.

Tentu ini bukan karena Trump kecantol film Bollywood. Ini terjadi karena India akhirnya mengizinkan ekspor obat malaria hydroxychloroquine, yang sebelumnya digembar-gemborkan Trump mujarap merawat pasien corona.

"Terima kasih India dan rakyat India atas keputusan HCQ (hydroxychloroquine). Tidak akan terlupakan!" tulis Trump, Kamis (9/4/2020).


"Terima kasih ke Perdana Menteri @NarendraModi untuk kepemimpinannya yang kuat, menolong tak hanya India tapi juga kemanusiaan, dalam pertarungan ini!."






Sebelumnya, India melarang semua ekspor hydroxychloroquine. Ini dilakukan guna mengamankan pasokan di negerinya.

India sendiri memasok seperempat obat generik di seluruh dunia. Namun pekan lalu, India membatasi ekspor 26 bahan farmasi dan obat yang dibuat. Salah satu ekspor yang dibatasi adalah paracetamol, yang menjadi obat pereda nyeri.

Trump dan Menteri Luar Negeri AS memang telah membujuk India sejak beberapa pekan terakhir. "Ada begitu banyak tekanan pada pemerintah. Untuk AS (misalnya) yang penting adalah Paracetamol, itu penting bagi mereka secara signifikan," kata seorang pejabat India yang sempat dikutip Reuters.

Meski diyakini Trump sebagai obat paling efektif untuk corona, hingga kini pengujian masih terus dilakukan peneliti di seluruh dunia. Badan POM AS hanya mengizinkan untuk pasien khusus dengan resep dokter.

Berdasarkan data Worldometer pukul 6:00 WIB AS masih memiliki kasus corona terbanyak di dunia. Di mana kasus positif sebanyak 427.079 orang, dengan jumlah kematian 14.665 dan pasien sembuh 22.314.

India sendiri memiliki 5.916 kasus, di mana ada 178 kematian dan 506 pasien sembuh. Secara global ada 209 negara dan wilayah yang terinfeksi corona, dengan akumulasi kasus di seluruh dunia mencapai 1,5 juta.


[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading