Internasional

Bangkit, Selamat Datang Kembali Wuhan!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
08 April 2020 13:03
Masa lockdown Wuhan resmi berakhir 8 April ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Penduduk kota Wuhan, provinsi Hubei, China kini dapat bernafas lega. Pasalnya, pada Rabu (8/4/2020), pemerintah mulai mengizinkan orang untuk keluar rumah setelah melakukan penguncian (lockdown) selama 76 hari.

Sesaat setelah izin keluar, kereta penumpang pertama yang berangkat ke luar kota mulai beroperasi pukul 00:50 dini hari waktu setempat. Pada waktu yang sama, jalan raya dengan akses keluar dibuka untuk lalu lintas kendaraan sekitar.

Salah satu pekerja migran bernama Liu Xiaomin berdiri dengan koper-kopernya di dalam stasiun kereta api Hankou, Wuhan. "Saya sangat senang, saya akan pulang hari ini," kata Liu kepada Reuters, menambahkan jika ia akan menuju kota Xiangyang.


Walaupun sudah diberikan izin pergi keluar rumah oleh pemerintah, Liu mengatakan ia dan suaminya masih akan berhati-hati, bahkan ketika mereka pulang ke kota Xiangyang. "Suasana hatiku akan lebih baik, tetapi ketika aku kembali (ke sana) aku masih tidak sering keluar rumah," katanya.

Namun, sehari sebelum dikeluarkannya izin tersebut, pejabat kesehatan China mengatakan penduduk Wuhan tetap harus menghindari bepergian dari untuk keluar dari lingkungan mereka, kota, dan bahkan provinsi. Kecuali jika perlu dan kepentingan mendesak.

Selain itu, penduduk hanya dapat pergi jika mereka memiliki kode kesehatan hijau atau dokumen yang menunjukkan alasan yang sah atas perjalanan mereka.

Topik "Wuhan mengangkat lockdown" dengan cepat menjadi topik trending top di platform mirip Twitter di China, Weibo, dengan poster meninggalkan komentar seperti "selamat datang kembali Wuhan".

China sebelumnya memberlakukan lockdown kota berpenduduk 11 juta orang pada 23 Januari lalu. Pemerintah China kemudian menetapkan pembukaan lockdown tersebut pada 8 April.

Ini terjadi setelah melaporkan tidak ada penambahan kasus kematian akibat virus corona untuk pertama kalinya pada Selasa kemarin. Wuhan hanya mendapatkan dua infeksi baru dalam dua minggu terakhir.

Namun kebebasan tersebut membuat pihak berwenang seperti sedang berjalan di garis tipis antara memberikan kebebasan yang lebih besar untuk menggerakan kembali kegiatan ekonomi, atau menjaga sementara keamanan warga. Apalagi kalau bukan sebagai upaya mengantisipasi datangnya gelombang kedua infeksi.

Kasus penularan COVID-19 secara impor juga masih mendapatkan kekhawatiran khusus. Sebab banyak orang yang tidak menunjukkan gejala tetapi masih dapat menularkan virus.

Menurut data dari Worldometers, China kini memiliki 81.802 kasus terinfeksi, dengan 3.333 kasus kematian, dan 77.279 kasus berhasil sembuh per Rabu (8/4/2020). Sebelumnya korban tewas di Wuhan mencapai 2.571 atau 80% dari total kematian di China daratan.


[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading