Update COVID-19 Global Asia

China Cabut Pembatasan, Jepang Terapkan Keadaan Darurat

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
08 April 2020 08:27
Pemerintah China mencabut larangan perjalanan di Wuhan, sementara Jepang umumkan keadaan darurat di Tokyo dan enam prefektur lain.

Jakarta, CNBC IndonesiaPemerintah China akhirnya mencabut larangan perjalanan yang diterapkan di kota Wuhan, tempat awal munculnya wabah virus corona (COVID-19), Rabu (8/4/2020). Pencabutan larangan dilakukan setelah aturan untuk mencegah penyebaran wabah itu diterapkan selama lebih dari dua bulan terakhir.

Saat pemerintah resmi mengumumkan kabar baik itu, ribuan pelancong berbondong-bondong mengejar kereta yang berangkat, mobil penumpang berbaris ketika pembatas jalan dibongkar, dan perjalanan udara keluar wilayah itu mulai kembali ramai, lapor AFP.



Pemberlakuan aturan ini diambil pasca China melaporkan tidak ada kematian akibat COVID-19 di negara itu kemarin. Itu merupakan kali pertama China melaporkan tidak ada korban meninggal akibat COVID-19 dalam sehari sejak mulai melaporkan kematian pada Januari.

Selain itu, kasus baru penyebaran virus corona domestik juga terus berkurang sejak Maret. Belakangan China melaporkan kasus baru hanya terjadi pada mereka yang datang dari luar negeri (imported cases).

Untuk itu, pemerintah telah mengeluarkan imbauan kepada mereka yang ingin kembali ke China dari AS, Italia, dan Iran untuk melaporkan pembaruan harian tentang kesehatan mereka selama dua minggu terakhir sebelum terbang ke aplikasi WeChat.

Di sisi lain, Pemerintah Jepang baru saja mendeklarasikan keadaan darurat selama sebulan. Itu ditempuh karena ada lonjakan kasus COVID-19 di negara itu.

Selama masa darurat itu, orang-orang diminta untuk tetap tinggal di dalam rumah dan berbagai bisnis ditutup. Namun demikian, Jepang tidak memberikan hukuman bagi mereka yang melanggar aturan.




Jepang saat ini memiliki 3.906 kasus dengan 92 kematian dan 592 sembuh. Sementara China memiliki 81.740 kasus dengan 3.331 kematian dan 77.167 orang sembuh, menurut Worldometers.

Keadaan darurat itu diumumkan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe pada Selasa. Status darurat akan berlaku di Tokyo dan enam prefektur lain di negara itu hingga 1 bulan ke depan.

"Situasi yang dikhawatirkan memengaruhi kehidupan orang-orang dan ekonomi telah terjadi," kata Abe dalam pidatonya, Selasa. "Saya menyatakan keadaan darurat."

[Gambas:Video CNBC]

(res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading