Dihajar Corona, Kapan Ekonomi Bisa Bangkit Berdiri?

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
07 April 2020 14:55
McKinsey menyoroti efektivitas kebijakan di sektor kesehatan dan ekonomi. Semakin tinggi maka dampak diredam dan cepat pulih.
Tentu saja, sangat mungkin bahwa banyak negara tidak terlalu efektif dalam mengendalikan virus, atau dalam mengurangi kerusakan ekonomi yang dihasilkan dari upaya untuk mengendalikan penyebaran virus. Dalam hal ini, output ekonomi pada tahun 2020 dan seterusnya akan terdampak lebih parah.

Dalam skenario yang lebih pesimistis ini, Cina akan pulih lebih lambat dan mungkin akan menghadapi gelombang virus kedua. Ini tentu akan berdampak pada penurunan ekspor ke seluruh dunia. Ekonomi Negeri Tirai Bambu dapat menghadapi kontraksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Amerika Serikat dan Eropa juga bisa menghadapi hasil yang lebih mengerikan dalam skenario ini. Mereka bisa gagal dalam mengendalikan virus dalam sehingga terpaksa untuk menerapkan beberapa bentuk kebijakan seperti physical distancing dan karantina sepanjang musim panas.


Akibatnya penurunan PDB akan terjadi pada laju tahunan 35-40% pada Q2, dengan ekonomi utama di Eropa juga mencatatkan kinerja yang sama. Kebijakan ekonomi akan gagal untuk mencegah lonjakan besar dalam pengangguran dan kebangkrutan di sektor bisnis yang menyebabkan pemulihan terjadi jauh lebih lambat bahkan setelah virus berhasil dijinakkan.

Dalam skenario yang lebih gelap ini, perlu waktu lebih dari dua tahun sebelum PDB pulih ke tingkat pra-virusnya, menempatkan Eropa dan Amerika Serikat dalam skenario A1.



Ada banyak kemungkinan memang. Sekali lagi yang perlu ditekankan terkait seberapa parah hingga butuh berapa lama untuk recovery sangat tergantung dari efektivitas kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(twg/twg)
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading