Internasional

Putin Bantu Trump Atasi Corona AS: Tak Gratis Alias Bayar

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
03 April 2020 08:07
Seorang pejabat AS menyatakan hal ini pada Reuters.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat militer Rusia Antonov-124m yang membawa pasokan medis ke Amerika Serikat (AS), berhasil mendarat di Bandara JFK New York dengan membawa masker dan paket peralatan medis, termasuk ventilator yang akan diberikan ke Badan Manajemen Darurat Federal AS (FEMA).

Namun rupanya, paket 60 ton peralatan medis tersebut rupanya tidak gratis. AS harus membayar Rusia atas kiriman tersebut.

Bahkan seorang pejabat senior administrasi Trump pada Kamis (2/4/2020) menjelaskan kebingungan mengenai siapa yang akan membayar tagihan tersebut. Meski setengahnya sudah dibayar Kementerian Luar Negeri Rusia.


"Amerika Serikat membeli persediaan dan peralatan secara langsung, seperti pengiriman dari negara lain. Kami menghargai Rusia yang menjual barang-barang ini kepada kami di bawah nilai pasar," kata pejabat yang enggan disebutkan namanya itu, dikutip dari Reuters.




Sayangnya, pejabat tersebut tidak memberikan biaya yang pasti. Departemen Luar Negeri AS juga tidak menanggapi permintaan untuk klarifikasi lebih lanjut tentang siapa yang membayar kiriman tersebut.

Dengan membawa ventilator, masker, respirator, dan barang-barang medis lainnya, kiriman yang sampai pada Rabu (1/4/2020) waktu setempat ini sempat diperiksa oleh Administrasi Makanan dan Obat-obatan untuk memastikan memenuhi standar kualitas AS.

Di sisi lain, kiriman itu mendapat kecaman dari para kritikus Kremlin, sebab Rusia sendiri mengalami kekurangan barang-barang medis. Selain itu, negara-negara di seluruh dunia juga tengah berjuang untuk mendapatkan peralatan medis untuk melawan pandemi.

Peralatan itu dikirim tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas masalah ini melalui telepon. "Trump dengan penuh syukur menerima bantuan kemanusiaan ini," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov ditulis Interfax.




AS merupakan negara dengan kasus corona terbanyak di dunia. Di mana ada 244.681 kasus terkonfirmasi, dengan 6.070 kematian dan 10.403 pasien sembuh, menurut data Worldometers.

Sebelumnya Rusia juga sudah mengirimkan pasokan medis ke Italia. Negeri Pizza menjadi negara dengan kasus terbesar kedua corona di dunia, yakni 115.242 kasus terkonfirmasi dengan 13.915 kasus kematian dan 18.278 kasus berhasil sembuh.

Bantuan ke Italia termasuk 100 orang spesialis virus berpengalaman, yang sebelumnya pernah menangani virus Ebola dan flu babi. Rusia juga sempat mengirimkan 1.000 alat tes corona ke negara-negara bekas Uni Soviet, Iran dan Korea Utara.

Rusia sendiri mencatat 3.548 kasus terkonfirmasi corona, dengan 30 kasus kematian, dan 235 kasus berhasil sembuh. Secara global, kini kasus terkonfirmasi sudah mencapai 1.014.296 kasus, dengan 52.982 kasus kematian, dan 212.018 kasus sembuh.


[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading