WNI Terancam Corona di Tabligh Akbar, Jokowi Terjunkan Intel

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
13 March 2020 15:18
Ini kata Jokowi saat ditanyai wartawan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum berkomentar banyak terkait tabligh akbar yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

Saat ditanyai wartawan seusai konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, ia mengatakan setiap ada kabar pasti pemerintah akan bergerak, termasuk menurunkan intel.




"Setiap ada kluster baru tim reaksi cepat kita pasti langsung masuk," tegasnya pada wartawan, Jumat (13/3/2020).

"Dibantu intelijen BIN, Polri, TNI, setiap ada yg baru pasti bergerak."



Sebelumnya, dikutip dati CNBC International, Malaysia melakukan tracing besar-besaran pada 5 ribu warganya yang hadir dalam tabligh akbar di Masjid Sri Petaling Kuala Lumpur 28 Februari hingga 1 Maret lalu.

Pasalnya satu warga Brunei yang menghadiri acara tersebut tertular virus corona sekembalinya dari Negeri Jiran. Malaysia pun kemudian mengonfirmasi 15 kasus positif, yang kemudian terus bertambah.

Acara itu sendiri dikabarkan media lokal, Bebasnews, didatangi 27 negara. Selain Malaysia ada pula Indonesia (696), Filipina (215), Thailand (132), Vietnam (130), Singapura (95).

Lalu Kamboja (79), Brunei Darusalam (74), China (35), India (18), Bangladesh (9), Myanmar (6), Aljazira (6), Tunisia (5), Jordan (5), Afrika Selatan (4), Australia (4), Arab Saudi (3).

Dan juga Korea Selatan (2), Gambia (2), Kanada (1), Selandia Baru (1), Jerman (1), Mesir (1), Tanzania (1) dan Jepang (1).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Koordinator Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) Agung Cahya Sumirat mengatakan pihak KBRI tengah mencari data WNI yang hadir di lokasi acara.

"Hari ini KBRI sampaikan juga Nota minta info ke pemerintah Malaysia terkait hal tersebut," ujarnya melalui pesan singkat pada CNBC Indonesia.

KBRI pun meminta WNI yang ada di Malaysia yang hadir dalam acara tersebut untuk melakukan tes kesehatan. Termasuk menghubungi hotline crisis preparedness and response centre (CPRC) 0388810200, 0388810600, 03888107700 atau melalui email [email protected]

"Melakukan social distancing dengan menjaga jarak dari orang lain, setidaknya satu meter, selama 14 hari, sejak berpartisipasi dalam acara tersebut," tulis siaran pers KBRI Kuala Lumpur.

"Segera meminta pemeriksaan dan penanganan kepada rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Malaysia, sekiranya mengalami gejala demam diikuti dengan batuk dan gangguan pernapasan."


[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading