Wabah Corona Lebih Mematikan, Bill Gates Beberkan Solusinya

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
29 February 2020 22:41
Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu orang terkaya di dunia dan pendiri Microsoft, Bill Gates mengatakan bahwa virus corona yang telah menewaskan sedikitnya 2.859 orang dan menginfeksi lebih dari 83.700 secara global bisa saja merupakan "patogen mengkhawatirkan yang terjadi sekali dalam seabad".

"Saya harap ini tidak seburuk itu [dampaknya], tetapi kita harus berasumsi sampai kita tahu sebaliknya," tulis Gates dalam sebuah artikel yang diterbitkan Jumat di The New England Journal of Medicine, dilansir CNBC International, Sabtu (29/2/2020).

Sebagai informasi, patogen adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inang. Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit.

Gates dan istrinya, Melinda, mendirikan The Bill and Melinda Gates Foundation pada tahun 2000 untuk membantu meningkatkan kesehatan dunia dan memerangi kemiskinan.



Pada 5 Februari lalu, Yayasan tersebut mengumumkan bahwa mereka akan menyumbang sebesar US$ 100 juta atau setara dengan Rp 1,4 triliun untuk perawatan pasien dan memperluas pengujian untuk virus, terutama bagi orang miskin.

Menurut Gates, virus corona atau COVID-19 dari Wuhan, China ini, merupakan ancaman serius bagi dunia karena jauh lebih mematikan dan menular daripada banyak virus mematikan lainnya.

"Pertama, itu dapat membunuh orang dewasa yang sehat selain orang tua dengan masalah kesehatan yang ada," tulisnya.

"Kedua, COVID-19 ditransmisikan dengan cukup efisien. Rata-rata orang yang terinfeksi menyebarkan penyakit ke dua atau tiga orang lain dengan tingkat kenaikan eksponensial," imbuhnya.

Para pemimpin lembaga kesehatan dunia juga mengatakan penyakit ini disebarkan oleh orang-orang yang sakit ringan atau tidak menunjukkan gejala apa pun. Hal ini, katanya, membuatnya lebih sulit untuk melakukan identifikasi dan lebih menular daripada jenis virus lainnya.

"Tingkat kematian jauh lebih parah daripada influenza musiman biasa," kata Gates.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan tingkat kematian COVID-19 dapat berbeda, mulai dari 0,7% hingga 4%, tergantung pada kualitas sistem perawatan kesehatan tempat pasien dirawat.

Terkait hal itu, Gates mengatakan bahwa rata-rata tingkat kematian COVID-19 diperkirakan sekitar 1%, menempatkannya di antara pandemi flu Asia 1957 (0,6%) yang menewaskan 1,1 juta orang dan pandemi flu Spanyol 1918 (2%) yang menewaskan 50 juta di seluruh dunia. Hal ini mengacu data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Dia juga mengatakan, banyak negara dengan kategori berpenghasilan rendah dan menengah punya sistem kesehatan yang mulai menipis. Maka efeknya, patogen seperti coronavirus bisa dengan mudah mewabah di negara terkait.

Sebab itu dia meminta kepada seluruh pemimpin dunia untuk memperlambat penyebaran virus ini, sekaligus meminta kepada negara- negara maju agar membantu negara yang kurang sejahtera.

"Dan negara-negara miskin memiliki sedikit pengaruh politik atau ekonomi, mengingat keinginan alami negara-negara kaya untuk mengutamakan rakyatnya sendiri," ujarnya lagi.
Para pejabat WHO telah menyuarakan keprihatinan Gates tentang virus corona yang menginfiltrasi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan sistem kesehatan yang kurang kuat dalam melawan wabah.


Pada Januari, WHO mengidentifikasi 13 negara prioritas utama yang memiliki hubungan langsung atau volume tinggi dalam hal perjalanan ke China, termasuk Republik Demokratik Kongo, Ethiopia dan Ghana.

Ini bukan pertama kalinya Gates memperingatkan bahwa dunia tidak siap untuk wabah penyakit menular. Saat wabah Ebola meluas, dia juga membuat pernyataan serupa yang menegaskan Ebola sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional oleh WHO.

Bill Gates: Corona Adalah Patogen Sekali SeabadFoto: Reuters


Yayasannya juga menyumbangkan jutaan dolar untuk memerangi penyakit tersebut.

Rekan miliarder dan Chairman Berkshire Hathaway, Warren Buffett yang juga termasuk orang terkaya di dunia, pun menyebut Gates sebagai "penasihat sains" dan menegaskan bahwa keduanya sudah membahas virus corona.

Hingga Jumat lalu, setidaknya ada 4.351 kasus terinfeksi virus corona dan 67 kematian di 48 negara di luar China, tempat wabah ini dimulai.


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading