Tenang! Harga Emas Antam Masih Kokoh, Cuma Hari Ini Ambles

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
29 February 2020 18:40
Harga emas antam masih berada di rentang level tertingginya walau tergelincir 10.000 pada perdagangan kemarin
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam sepekan terakhir (24-29 Februari) bergerak naik tipis kala harga emas global tergelincir dan keluar dari level tertingginya.

Hari ini, Sabtu (29/2/2020) harga emas Antam untuk kepingan 100 gram dibanderol Rp 757.000/gram atau turun Rp 10.000 dibanding posisi perdagangan Jumat kemarin. Sepanjang pekan ini harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar 0,26%.

Walau mencatatkan penguatan tipis dalam sepekan, gerak harga emas Antam mengekor harga emas global. Apalagi harga emas Antam sempat tergelincir Rp 10.000 kemarin saat harga emas global juga dirundung aksi jual oleh investornya.


Dalam sepekan harga emas dunia di pasar spot anjlok 3,56%. Harga emas harus tersungkur dan keluar dari level tertingginya dalam 7 tahun pada perdagangan kemarin.



Investor lebih memilih untuk mencairkan cuan dari harga emas yang sudah sangat tinggi. "Ada aksi ambil untung pada emas" kata Xiao Fu, analis Bank of China seperti diwartakan Reuters. "Jadi tak heran jika ada koreksi dari waktu ke waktu apalagi (harga) sudah meningkat secara tajam" tambahnya.

"Mungkin yang dibayangkan adalah, permintaan emas akan tetap kuat dalam kondisi seperti sekarang ini, tetapi yang terjadi malah sebaliknya" tulis analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

Lebih lanjut Commerzbank menilai aksi jual emas ini dilakukan para investor untuk mengimbangi kerugian di tempat lain. Maklum sejak lonjakan kasus baru infeksi virus corona di luar China dilaporkan, terjadi tekanan jual yang masif di bursa saham global.


"Ketika sentimen diliputi oleh rasa ketakutan, investor selalu memilih kas dan likuiditas dan memilih menjual investasi yang sudah untung karena margin calls atau untuk menutupi kerugian pada investasi lain" kata Samson Li, seorang analis logam mulia Refinitiv yang berbasis di Hong Kong, melansir Reuters.

Aksi ambil untung terjadi di tengah merebaknya wabah virus corona di berbagai penjuru dunia. Berdasarkan data terbaru John Hopkins University CSSE, sudah ada 85.406 kasus infeksi virus corona di lebih dari 55 negara.

China sebagai episentrum penyebaran virus merupakan negara dengan jumlah kasus terbanyak mencapai 79.251 kasus disusul Korea Selatan di peringkat kedua dengan 3.150 kasus dan Italia 889 kasus.

Virus corona yang jadi risiko utama untuk perekonomian global membuat investor beralih ke aset-aset safe haven seperti surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun yang menunjukkan imbal hasil terendah sepanjang masa.

Walau emas dunia sedang kena tekanan jual, harga emas antam masih relatif kokoh di level tertingginya. Hal ini mengindikasikan minat beli emas sebagai salah satu aset investasi yang relatif aman di dalam negeri masih tinggi. 


TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]




(twg/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading