Internasional

Perang Suriah, Mengapa Idlib Arena Konfrontasi Erdogan-Putin?

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
27 February 2020 12:34
Perang Suriah, Mengapa Idlib Arena Konfrontasi Erdogan-Putin?
Jakarta, CNBC IndonesiaSuriah kini dilanda peperangan. Hampir sembilan tahun, negeri itu dirundung kekerasan, sejak 2011.

Setidaknya ada beberapa kelompok yang bertikai, bukan hanya rezim Presiden Bashar al-Assad versus kelompok anti Assad. Tapi juga melibatkan Rusia dan Turki.





Rusia berada di belakang Assad. Negeri itu mengklaim diminta Assad untuk membantunya melawan pemberontak.

Turki berada di garda depan dengan kelompok anti Assad. Banyaknya korban yang jatuh diklaim Turki menjadi alasan mengapa negeri itu membela kelompok ini.

Namun ada pula yang mengatakan kedekatan Assad dengan Suku Kurdi menjadi penyebab lain. Kurdi adalah suku yang dicap pemberontak di Turki.

Pusat peperangan sendiri berada di Idlib. Wilayah ini merupakan provinsi di kawasan Suriah Barat Laut.

Lalu mengapa Idlib?




Sebagaimana dilansir BBC, Idlib adalah benteng terakhir oposisi yang telah berusaha untuk menggulingkan Presiden Assad. Pihak oposisi pernah menguasai sebagian besar negara itu.

Tetapi tentara Suriah telah merebut kembali sebagian besar wilayah itu selama lima tahun terakhir dengan bantuan kekuatan udara Rusia, dan juga milisi yang didukung Iran. Sekarang, misi tentara Suriah adalah ingin "membebaskan" Idlib.

Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, populasi masyarakat sipil di wilayah itu meningkat signifikan. Banyak korban perang, termasuk satu juta anak-anak, berlindung di wilayah ini.

Turki, yang mendukung oposisi terhadap Presiden Assad dan khawatir gelombang besar pengungsi Suriah ke negerinya, memiliki pos-pos pengamatan di Idlib. Ini berdasarkan perjanjian dengan Rusia yang membentuk zona de-eskalasi dari perjanjian Sochi 2018.

Namun, pihaknya gagal menghentikan pasukan Suriah merebut kembali sebagian besar provinsi itu. Pasalnya dengan bantuan Rusia, pasukan Assad kini menjadi lebih kuat.

PBB menyebut perang yang terjadi di wilayah itu saat ini merupakan kekerasan kemanusiaan yang terburuk sekarang ini. Setidaknya 900 ribu orang kehilangan tempat tinggal karena perang yang terjadi.


[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading