Beda Nasib WNI World Dream & Diamond Princess 'Kapal Corona'

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
25 February 2020 08:52
Nasib berbeda para WNI terkait corona yang berbeda di dua kapal pesiar luar negeri.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan kru kapal pesiar World Dream yang kini tengah berada di Hong Kong.

Lantas, bagaimana dengan WNI yang berada di Kapal Diamond Princess yang selama ini menjadi tempat penyebaran corona di Jepang?

Kru kapal tersebut yang berstatus WNI sebanyak 78 orang, di mana empat orang di antaranya terjangkit virus tersebut. Pemerintah, pun berulang kali menegaskan akan segera mengevakuasi puluhan WNI tersebut.


Namun, hingga kini pemerintah baru memutuskan untuk mengevakuasi kru kapal yang berada di kapal World Dream. Sementara itu, pemerintah masih bernegosiasi dengan Jepang untuk mengevakuasi WNI di Diamond Princess.



Hal tersebut dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai bertemu Presiden di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

"Yang sekarang ini yang sudah mengapung-ngapung harus segera kita tangani dan selesaikan dan kalau sekarang [WNI Diamond Princess] kan masih ada pemerintah Jepang," kata Muhadjir.

"Dan sekarang masih negosiasi dengan pemerintah Jepang. Bagaiamana supaya warga negara di sana bisa ditangani," jelasnya.

Muhadjir menjelaskan pemerintah tidak bisa sekaligus mengevakuasi kru kapal World Dream maupun Diamond Princess. Menurutnya, proses evakuasi pun harus mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Intinya kita harus tangani satu persatu, dan kita juga tadi Bapak Presiden kita harus membentuk kemungkinan terjadinya epicentrum baru. Dan kita harus menyelamatkan WNI kita," jelasnya.

Muhadjir mengaku telah menerjunkan Kapal Perang RI (KRI) Suharso milik TNI untuk melakukan evakuasi. Nantinya, para kru kapal akan ditempatkan di Pulau Sebaru, salah satu pulau di Kepulauan Seribu.

"Lokasi sudah diterapkan dan disiapkan, yaitu di Kepulauan. Ada pulau yang tidak berpenghuni, di Sebaru 1," jelasnya.

Pemerintah pun memiliki alasan tersendiri menempatkan para kru kapal World Dream di lokasi tersebut. Menurutnya, pulau Sebaru tidak berpenghuni, dan cocok untuk menjadi tempat evakuasi para WNI.

"Pokoknya ada tempat yang kita anggap aman. Karena ada pulau yang tidak ada penghuninya, kita tinggal pakai aja," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengaku masih menunggu perkembangan terakhir dari Jepang terkait status WNI di Diamond Princess, sebelum mengambil keputusan.

"Saya masih menunggu data dari mereka karena itu data epidemiologi dimana saja, apa benar dia udah ke sini, di mananya, di sana diperiksa setelah berapa hari, terus sakitnya apa," kata Terawan.

"Itu harus detail, kalau hanya berita pernah kan di Malaysia juga pernah gitu, Korea juga gitu. Jadi kita harus terus hati-hati dalam menyikapinya karena data itu penting," jelasnya.

Pemerintah, kata Terawan, tidak ingin gegabah dengan langsung mengevakuasi WNI di Diamond Princess. Menurutnya, butuh pertimbangan yang matang sebelum benar-benar mengeksekusi rencana tersebut.

"Kalau cara semau sendiri, bisa membentuk episentrum baru. Ndak boleh. Kita pemerintah itu menjaga yang 260 juta ini tetap bisa survive sembari kita melakukan tindakan-tindakan untuk juga menyelamatkan masyarakat kita yang ada di Jepang," jelasnya.

"Harus prosedur dan tata caranya jangan mengikuti apa yang mereka inginkan, hanya sekedar secepatnya saja. Harus butuh negosiasi yang detail, yang baik," katanya.

Terawan pun mencontohkan seperti langkah yang ditempuh Australia dalam mengevakuasi warganya. "Australia itu kan dari negatif jadi positif kan. Kita mau seperti itu? Amerika sama juga kan? Masak mau ngikutin yang seperti itu? Kita hati-hati," tegasnya.

Terawan menegaskan proses evakuasi WNI di Diamond Princess akan tetap mengedepankan aspek kehati-hatian, sesuai dengan protokol yang telah disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Negara kita jauh sangat hati-hati dan mengikuti kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan badan kesehatan dunia. Dan itu akan kita lakukan dengan tertib dan ketat, tidak boleh sekedar kita dipengaruhi oleh sebuah keputusan yang gegabah, tidak boleh," tegasnya.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading