Sayonara! Bikers Tak Percaya Kejayaan Motor Segera Berakhir

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
21 February 2020 08:15
Sepeda motor diramal kejayaannya akan berakhir di masa depan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Suka tidak suka sepeda motor ada yang meramal akan berakhir kejayaannya di Indonesia. Selain berkembangnya transportasi massal, transportasi online, dan perubahan gaya hidup kaum milenial juga bisa mempengaruhi nasib sepeda motor ke depan.

Pemerhati Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan kondisi masa-masa sepeda motor akan mencapai periode jalan di tempat bahkan sunset adalah suatu keniscayaan. "Itu bisa terjadi, apalagi mulai gencar transportasi umum. Musuh sepeda motor itu transportasi umum," kata Djoko kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/2).

Namun bagi bikers, proyeksi itu bisa jadi benar atau juga sebaliknya. Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto menegaskan sampai saat ini sepeda motor masih dibutuhkan. Meski ia mengakui ada persinggungan antara sepeda motor dan transportasi umum.


"Sulit menebak kapan sepeda motor ditinggalkan oleh masyarakat. Ketika pertumbuhan angkutan massal seperti lima tahun terakhir, rasanya sepeda motor masih menjadi alternatif untuk transportasi masyarakat," katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (21/2).



Ia bilang kendaraan pribadi seperti sepeda motor menjadi kendaraan yang posisinya masih menjadi andalan bagi masyarakat saat memenuhi kebutuhannya bermobilitas. Menurutnya dua aspek yang menjadi pendorong utama penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, adalah efektifitas dan efisiensinya.

"Sang roda dua dianggap lebih efektif saat berjibaku di tengah karut marut lalu lintas jalan. Kemampuannya point to point menjadi tantangan bagi angkutan umum massal untuk menggeser peran sepeda motor. Lalu, efisiensi. Di sini, selalu yang menjadi perbandingan adalah soal berapa biaya yang dikeluarkan saat menggunakan sepeda motor dibandingkan dengan angkutan umum massal," katanya.

Edo menjabarkan hasil studi Jakarta Urban Transport Policy Integration (JUTPI) yang menyebutkan, pada 2002 penggunaan kendaraan pribadi baru 33% dari total pergerakan kendaraan di Jakarta. Namun pada 2010 angkanya sudah menyentuh 50%. Hal itu berbanding terbalik dengan penggunaan angkutan umum, yakni dari semula 42% menjadi tinggal 20%.

"Tunggu dulu, pada 2002, penggunaan sepeda motor sebagai alat transportasi komposisinya baru sekitar 28% dengan penggunaan bus sekitar 50%. Namun, kondisi menjadi terbalik pada 2010, yakni penggunaan sepeda motor sekitar 63% dan penggunaan bus sekitar 17%," katanya.

Ia berharap para pemangku kepentingan angkutan umum perlu ekstra keras mewujudkan angkutan umum yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terintegrasi, terjangkau (secara akses dan finansial) serta tentu saja harus ramah lingkungan.

"Saat itu hadir, pergeseran penggunaan sepeda motor hanya soal waktu. Tapi, entah kapan," katanya.


[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading