Internasional

Rudal Serang Suriah, Ledakan 'Pecah' di Langit Damaskus

News - Redaksi, CNBC Indonesia
14 February 2020 07:07
Rudal Serang Suriah, Ledakan 'Pecah' di Langit Damaskus Foto: Penembakan Helikopter di Suriah. (AP Photo/Ghaith Alsayed)
Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa rudal dikabarkan kembali menyerang ibu kota Suriah, Damaskus. Sebagaimana ditulis AFP ledakan besar terdengar beberapa kali pada Kamis (13/2/2020) tengah malam.

Meski demikian, melansir media SANA, AFP mengatakan sejumlah rudal berhasil dihancurkan tentara Suriah sebelum mencapai target. "SANA melaporkan rudal ditembakkan dari dataran tinggi Golan," tulis media Prancis ini.





SANA juga dikatakan merilis sebuah video bagaimana ledakan terlihat. Termasuk upaya militer Suriah menembaki rudal yang meluncur di udara.

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk HAM mengatakan serangan tersebut menargetkan markas milisi yang didukung Iran, yang berada dekat dengan ibu kota negeri itu.

Beberapa rudal, bahkan dikatakan lembaga berbasis di Inggris itu mengenai sejumlah sasaran. "Termasuk sebuah gudang senjata di dekat bandara," kata lembaga tersebut.




Meski demikian belum ada komentar resmi dari mana rudal tersebut berasal. Namun sebelumnya, Suriah kerap menuding Israel yang melakukan serangan.

Israel pun dikabarkan belum mau berkomentar soal ini. Negeri Benjamin Netanyahu tersebut selama ini memang dikabarkan bersitegang dengan Suriah karena keberadaan milisi Iran.

Berdasarkan data Observatorium Suriah, sejak awal Februari, serangan udara Israel sudah menewaskan 23 orang di Suriah. Mereka termasuk tiga warga Iran dan tujuh tentara milisi yang didukung Iran.

Di bagian lain negeri itu, Idlib, Suriah juga terlibat konflik senjata dengan Turki. Suriah yang didukung Rusia meluncurkan serangan ke kawasan yang menjadi pusat pemantauan tentara Turki berdasarkan perjanjian Sochi, Oktober 2019 lalu.

Hal ini membuat berang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia bahkan mengkritik Rusia karena bersama pemerintahan Presiden Bashar al-Assad itu.

Ia mengatakan bantuan negeri Presiden Vladimir Putin tersebut ke Suriah mendukung upaya pembunuhan massal.


[Gambas:Video CNBC]








(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading