Jokowi Target Stunting 14%, Ma'ruf: Kita Perlu Kerja Keras

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
11 February 2020 13:18
Jokowi Target Stunting 14%, Ma'ruf: Kita Perlu Kerja Keras
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, Pencegahan Stunting, dan Program Dana Desa di Grand Kebon Sirih, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Tujuan rakor adalah untuk menemukan upaya percepatan penanggulangan kemiskinan dan pencegahan stunting. Apalagi pemerintah berencana untuk menurunkan tingkat kemiskinan ke level 6,5%-7% di tahun 2024. Adapun rapat ini merupakan lanjutan dari rapat November 2019 yang lalu.

"Saya meminta kepada para menko dan menteri terkait lainnya agar senantiasa bekerja keras, inovatif serta memantapkan koordinasi untuk memastikan tercapainya target pengurangan tingkat kemiskinan pada akhir tahun 2024," ujar Kiai Ma'ruf.


Ditemui selepas rapat, Kiai Ma'ruf menjelaskan rakor menyepakati perlu ada upaya agar koordinasi antarlembaga diperkuat. Sehingga sasarannya tercapai dengan optimal.

"Tidak sama-sama kerja, tetapi bekerja sama yang pada ujungnya semuanya itu ada di desa. Itu ada Kementerian Keuangan dan kita sepakat melakukan evaluasi hal-hal yang memang belum tepat sasaran, supaya lebih tepat, lebih sesuai dengan keinginan program nasional, sesuai arahan presiden, di mana membuat desa itu lebih baik ke depan, baik itu stunting, kemiskinan dan pemberdayaan," katanya.

Secara spesifik, Kiai Ma'ruf menuturkan setiap kementerian dan lembaga memiliki tugas tersendiri. Misalnya pendamping desa yang tercatat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dapat dimaksimalkan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan hingga pencegahan stunting.


Khusus untuk stunting, target Presiden Joko Widodo diturunkan menjadi 14%. Sementara angka stunting per 2019 sebesar 27,67%.



"Ya itulah karena target itu sangat emosional, 14% dari 27% itu bukan sesuatu yang mudah. Karena itu kita harus bekerja keras," ujar Kiai Ma'ruf.

Terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, upaya untuk menurunkan kemiskinan menjadi 6,5%-7,0% di 2024 tidaklah mudah. Untuk itu diperlukan kerja sama dengan semua pihak.

"Jadi target tersebut diturunkan dalam program-program yang dikoordinasi oleh Pak Wapres dan Pak Menko PMK. Jadi kita dukung saja, ada yang koordinasi sampai level desa, ada koordinasi pada level program di level kementerian-lembaga, kita ikut saja," kata Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading