Terungkap, 54% Angkatan Kerja RI Pernah 'Kurang Gizi'

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
25 January 2021 13:13
Menko PMK Muhadjir Effendy (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menyebut 54% angkatan kerja Indonesia ternyata merupakan penderita atau mantan penyintas stunting. Situasi ini, pun mendapatkan perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengemukakan, fakta tersebut terungkap dari data yang didalami oleh Bank Dunia (World Bank).

"Angkatan kerja kita yang waktu masa bayinya atau masih dalam kandungan yaitu terjangkit atau mengalami stunting itu jumlahnya mencapai 54%," kata Muhadjir usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/1/2021).


Pemerintah, kata Muhadjir, menaruh perhatian serius terhadap penanganan stunting. Pasalnya, setiap bayi yang sudah terlanjut kena stunting pada usia 1.000 hari awal kehidupan akan berpengaruh terhadap perkembangan hidupnya ke depan.

"Perkembangan kecerdasannya itu tidak akan bisa optimal sampai nanti dewasa menjadi usia produktif," katanya.

Jokowi, dalam rapat terbatas yang digelar secara tertutup itu menargetkan angka stunting di Indonesia pada 2024 berada di angka 14%. Target yang dipasang kepala negara, bukan perkara mudah untuk dicapai.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan dalam 4 tahun ke depan ada sekitar 20 juta bayi baru yang akan lahir.

"Dan kalau di angka eksisting sekarang 27% maka akan ada hampir sepertiga, sekitar 7 juta stunting. Tetapi di tahun 2024, kami harus menekan angka 7,2 juta itu menjadi hanya 3,4 juta sekian. Itu tugas yang saya sampaikan cukup menantang," jelasnya.

"Kami harus memetakan itu dan setiap tahun tidak boleh ada stunting baru sebanyak 680 ribu. Harus di bawah itu. Tanpa di bawah itu, maka capaian 14% itu akan sulit," katanya


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading