Korban Tewas Corona 1.000 Lebih, Gimana Nasib Penerbangan RI?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
11 February 2020 09:24
Wabah virus corona masih mengganas dan menghantui dunia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah virus corona masih mengganas dan menghantui dunia. Hal ini berdampak pada penerbangan di Indonesia, khususnya Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero).

Penerbangan internasional mengalami penurunan 1,5% jika dibandingkan periode sebelum penutupan rute dari dan ke China.

"Itu yang pergerakan di maskapai internasional, itu hanya turun kurang lebih 1%, persisnya 1,49% atau 1,50%," ungkap Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Tangerang, Senin (10/2/20).


Penurunan frekuensi penerbangan internasional tersebut hanya terjadi pada rute-rute China yang ditutup. Dalam sepekan, dia menyebut sebelumnya ada sekitar 126 kali take off- landing dari dan menuju China.


"Kan kita tidak menutup dari Singapura, kan kita tidak menutup dari Malaysia, kalau dari China langsung kita tutup dan itu sehari ada 14-16 penerbangan," urainya.

Adapun secara umum, frekuensi penerbangan masih tertutupi oleh banyaknya rute-rute domestik. Rute domestik masih menempati porsi 80% dari seluruh penerbangan di Soetta. Per hari, take off dan landing penerbangan domestik mencapai 1.200 kali.

"Soetta itu 78-80% domestik karena internasional 20-22%. Untuk hal tertentu sampai 25%, tapi ini average itu 20-22%. Jadi penurunan di internasional yang hanya 1-1,5% itu tertutup dengan domestik," katanya.


"Maka saya berani mengatakan secara umum Bandara Soetta dalam konteks penerbangan dan pergerakan maskapai tidak terdampak dengan corona," tegasnya lagi.

Sementara itu, penyebaran virus corona di Singapura mulai mengkhawatirkan. Kendati demikian, belum ada kebijakan menutup penerbangan dari Indonesia menuju Singapura. Awaluddin menegaskan, tidak menutup kemungkinan penutupan akan dilakukan di waktu yang akan datang.

"Kita memang belum menolak masuknya penumpang dari negara-negara tertentu (selain China), tapi kita tunggu saja mungkin regulasinya berkembang," ungkapnya.

Sejak 5 Februari 2020 lalu, pihaknya juga memperketat pengawasan penumpang dari luar negeri. Angkasa Pura II membantu Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk memastikan form Health Alert Card (HAC) diisi oleh setiap penumpang yang tiba di bandara.

Kartu tersebut sebagai tanda bahwa penumpang telah melalui proses screening di bandara, serta meningkatkan kewaspadaan jika penumpang tersebut mengalami keluhan kesehatan dan berobat di luar bandara.

Korban Corona 1.000 Lebih, Bagaimana Nasib Penerbangan RI?Foto: Pesawat Evakuasi China (AP Photo/Dilip Nuwan Jayasekera)
Kartu HAC juga diberikan kepada penumpang saat berada di dalam pesawat kemudian diisi sebelum mendarat. Nantinya kartu tersebut disimpan selama 14 hari. Dalam waktu tersebut, bila ada sakit seperti batuk, pilek, sesak, maka orang tersebut harus datang ke pelayanan kesehatan terdekat.

"Jadi semua yang masuk harus meregistrasi datanya melalui pendataan itu. Jadi kita telah meningkatkan kewaspadaan bukan hanya dari China saja dan itu standar kita lakukan," tegasnya.

Tak hanya soal China, di Singapura juga ada himbauan agar masyarakat waspada. Sabtu pekan lalu, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan status tingkat kewaspadaan perjalanan ke Singapura ditingkatkan menjadi Kuning.


"Sehubungan dengan hal ter
sebut, kami mengimbau Anda yang sedang dan/atau akan bepergian ke Singapura untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai langkah pencegahan transmisi wabah 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) seperti antara lain: menjaga stamina fisik dan psikis, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, rutin mencuci tangan, menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta menghindari interaksi dengan keramaian publik," tulis Kemenlu dalam pernyataan resmi.
"Apabila mengalami permasalahan darurat saat berada di Singapura, Anda dapat menghubungi hotline KBRI Singapura di nomor: +65 67377422."

Hingga pagi ini,
CNBC International mengutip media China menyebutkan bahwa angka kematian akibat virus Corona di China telah mencapai 1.011 orang, dan 42.300 orang lainnya terinfeksi. Total sedunia, jumlah kematian adalah 1.014 orang dan infeksi sebanyak 42.700 orang.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Waspada Corona, Kemlu Naikkan Travel Warning ke Singapura


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading