Mengenal Virus Corona nan Mematikan, yang Tewaskan 41 Orang

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
26 January 2020 07:02
Akibat Virus Corona yang bermutasi, sebanyak 41 orang di Negeri Tirai Bambu meninggal dunia, bahkan menginfeksi lebih dari 1.300 orang secara global.
Jakarta, CNBC Indonesia - Akibat Virus Corona yang bermutasi, sebanyak 41 orang di Negeri Tirai Bambu meninggal dunia, bahkan menginfeksi lebih dari 1.300 orang secara global.

Semua kematian terakhir terjadi di Wuhan, yaitu daerah yang disinyalir menjadi pusat penyebaran virus corona pertama kalinya. Meski begitu, iru ini telah terdeteksi di Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Perancis dan Amerika Serikat.

Mengutip CNBC International, Jumat (24/1) Komisi Kesehatan Nasional mengatakan total kasus yang terpapar virus corona di China saat ini mencapai 1.287 kasus.


Menurut otoritas kesehatan setempat, penularan virus antar manusia dipercaya berasal dari pasar di Wuhan. Pasar ini memperdagangkan secara ilegal hewan liar.


Atas kejadian ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus corona ini sebagai "Keadaan darurat di Chna", namun belum menjadi keprihatinan internasional.

Wuhan yang merupakan kota berpenduduk 11 juta jiwa dan merupakan ibu kota provinsi Hubei pusat sudah dikarantina agar virus tak menyebar. Pemerintah setempat membatalkan penerbangan di Bandara Wuhan dan pos pemeriksaan memblokir jalan utama yang mengarah keluar kota.

Tak sampai situ, pihak berenang juga sudah melakukan karantina di lebih dari 10 kota sekitar Wuhan. Hal ini jelas dilakukan sebagai bagian dari upaya penahanan yang berkelanjutan.

Dilaporkan pula, saat Wuhan diisolasi, apotek mulai kehabisan persediaan dan rumah sakit dibanjiri oleh penduduk yang gelisah. Kota itu lantas membangun rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur pada Senin mendatang.

Otoritas Kesehatan Hubei melaporkan, ada 658 pasien yang terkena virus saat ini dalam perawatan medis. Dan 57 pasien diantaranya sakit kritis.

Sebagai informasi, Laporan pemerintah China menyatakan, virus corona mulai mewabah di Wuhan, China, pada Desember lalu. Para pejabat negara mengatakan virus corona mungkin berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Makanan Laut Huanan (Huanan Seafood Market) yang terletak di pusat kota Wuhan.

Apalagi sejumlah penderita awal yang terjangkit virus Novel 201 Corona virus (2019-nCoV) itu adalah karyawan pasar makanan tersebut.

"Pihak berwenang percaya virus itu kemungkinan berasal dari binatang buas di pasar makanan laut meskipun sumber pastinya masih belum ditentukan." kata Dr Gao Fu, direktur pusat pengendalian dan pencegahan penyakit China, sebagaimana dilansir dari The Straits Times, Kamis (23/1/2020).

Vendor pasar makanan dan media China melaporkan, Pasar Makanan Laut Huanan menjual berbagai jenis makanan unik. Mulai dari anak serigala, rubah hidup, buaya, salamander raksasa, ular, tikus, burung merak, landak, daging unta hingga musang.

Berbagai binatang yang dijual di pasar itu merupakan spesies yang terkait dengan pandemi sebelumnya, yakni Server Acute Resporatory Syndrome (SARS).

Menurut peneliti, Virus corona merupakan virus yang kerap menginfeksi hewan. Namun, virus itu lambat laun dapat berevolusi dan menyebar ke manusia. Virus Corona juga disebut mirip dengan SARS yang mewabah di seluruh dunia pada 2002-2003 itu.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading