Internasional

Konflik AS-Iran Belum Kelar, Ini 'Serangan' Baru Trump

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
24 January 2020 07:13
Konflik AS-Iran Belum Kelar, Ini 'Serangan' Baru Trump
Jakarta, CNBC IndonesiaAmerika Serikat kembali "menyerang" Iran. Namun bukan serangan militer melainkan serangan sanksi.

Tak tanggung-tanggung, sanksi ini diberikan pada empat perusahaan minyak Iran. Empat entitas ini terdiri dari dua perusahaan minyak berbasis di Hong Kong, satu di Shanghai dan satu di Dubai.

Menurut AS, perusahaan itu memberikan dana hingga ratusan juta dolar pada Pasukan Quds yang merupakan bagian dari Garda Revolusi Iran. Dana itu didapat dari ekspor minyak Iran.


"Sektor petrokimia dan perminyakan adalah sumber utama pendanaan untuk kegiatan teroris global pada rezim Iran," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin sebagaimana dikutip dari AFP, Jumat (24/1/2020).

"(Dana ini) memungkinkan juga digunakan untuk penggunaan kekerasan yang terus menerus pada rakyatnya sendiri."

Mengutip sebuah sumber, AFP mengatakan perusahaan minyak yang disanksi adalah Triliance Petrochemical Co Ltd dan Sage Energy HK Limited. Peakview Industry Co limited dan Beneathco DMCC.

Namun sayangnya belum ada konfirmasi lebih lanjut dari perusahaan tersebut.

Konflik antara AS-Iran sudah terjadi selama 70 tahun. Di 2015 konflik sedikit mereda dengan dibuatnya perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang mengikat Iran untuk menghentikan proyek nuklir dengan jaminan pembebasan sanksi ekonomi dari AS.

Namun di 2018, saat Presiden Donald Trump memimpin, AS menyatakan keluar dari perjanjian tersebut. Alasannya, perjanjian tak cukup efektif menghentikan nuklir Iran.

Iran pun dijatuhi sanksi ekonomi, yang menyebabkan ekonomi negara tersebut terpuruk. Tekanan dari AS membuat Iran ingin kembali melanjutkan program nuklirnya.

Pada 3 Januari 2020 lalu, ketegangan sempat memuncak, ketika AS menyerang Jenderal Iran Qasem Soleimani hingga tewas. Trump berdalih Soleimani membahayakan warga dan kepentingan AS di Timur Tengah.

Hal ini membuat Iran berang dan menyebutnya tuduhan tanpa dasar. Serangan balasan dilakukan Iran ke dua pangkalan militer AS di Irak pada 8 Januari lalu dan melukai 11 tentara negeri Paman Sam itu.


[Gambas:Video CNBC]







(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading