Internasional

Kisruh Nuklir, Iran Sebut Eropa Asal Klaim

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
20 January 2020 15:21
Kisruh Nuklir, Iran Sebut Eropa Asal Klaim
Jakarta, CNBC IndonesiaIran menegaskan bahwa negara tersebut masih menghormati perjanjian nuklir 2015 lalu. Hal ini diutarakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi.

"Teheran tetap mematuhi kesepakatan ... Klaim Eropa tentang (Iran) mengingkari perjanjian adalah tanpa bukti," katanya dikutip dari Reuters, Senin (20/1/2020).

"Apakah Iran akan mengurangi komitmen juga tergantung pada pihak yang lainnya 9Eropa dan negara lain yang terlibat) dan apakah Iran tertarik dengan tawaran yang diberikan."



Sebelumnya, Iran dan sejumlah negara menandatangani Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) lima tahun lalu. Perjanjian itu dilakukan dengan China, Prancis, Rusia, Inggris, AS, termasuk Jerman dan negara Uni Eropa.

JCPOA membatasi penelitian uranium nuklir Iran selama delapan tahun. Selain itu, Iran juga dibebaskan dari semua sanksi internasional.

Namun di 2018, Presiden AS Donald Trump merevisi kembali JCPOA. Trump menilai perjanjian itu tak cukup mengerem nuklir Iran.

Buntutnya Trump menarik AS dari perjanjian. Bukan hanya itu, Iran pun dijatuhi sanksi ekonomi, yang menyebabkan ekonomi negara tersebut terpuruk.

Tekanan dari AS membuat Iran ingin kembali melanjutkan program nuklirnya. Eropa pun berupaya untuk menyelamatkan perjanjian tersebut.

Namun, Iran mengajukan syarat khusus pada Eropa. Iran menagih dana sebesar US$ 15 miliar, sebagai mana dijanjikan Prancis.

Prancis memang sempat mengusulkan pemberian kredit sebesar US$ 15 miliar hingga akhir 2019 jika Teheran mau kembali mematuhi perjanjian nuklir tahun 2015. Pemberian dana ini diberikan dengan skema pembelian minyak Iran.


Sayangnya langkah itu juga tergantung pada persetujuan AS. Karena tak kunjung terealisasi, Iran sempat menyalahkan Eropa atas keterpurukan perjanjian nuklir tersebut.

Awal Januari 2020 lalu, Iran akhirnya mengumumkan tidak akan lagi membatasi riset soal urainiumnya. "(Pengembangan) nuklir Iran di semua lini, kini tidak lagi dibatasi," tulis AFP mengutip pernyataan pejabat pemerintah Iran.

Presiden Iran Hassan Rouhani, telah berulang kali mengatakan bahwa langkah-langkah nuklir Teheran dapat dihentikan jika ekonomi Iran dilindungi. Arsitek perjanjian nuklir itu meminta Eropa membantu Iran keluar dari sanksi AS.

Sementara itu, Inggris, Jerman dan Prancis membawa masalah nuklir Iran ke mekanisme penyelesaian perselisihan. Ini membuat Iran berang karena khawatir akan ada sanksi lanjutan.


[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading