Internasional

Ini Komentar Terbaru Iran Soal 'Perang Nuklir' dengan Eropa

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
20 January 2020 06:40
Ini Komentar Terbaru Iran Soal 'Perang Nuklir' dengan Eropa
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Iran dengan Eropa masih terus terjadi. Iran mengancam akan meninjau kembali kerjasamanya dengan pengawas nuklir PBB, Badan Atom Internasional, jika Eropa mengikuti Amerika Serikat (AS) bertindak tak adil pada Iran.

Sebelumnya Inggris, Jerman dan Prancis membawa masalah nuklir Iran ke mekanisme penyelesaian perselisihan. Ini membuat Iran berang karena khawatir akan ada sanksi baru.

"Kami menyatakan secara terbuka bahwa jika Eropa, untuk alasan apa pun, mengadopsi pendekatan yang tidak adil dengan menggunakan mekanisme perselisihan," kata Juru Bicara Iran Ali Larijani sebagaimana dikutip Reuters dari TV lokal, Minggu (19/1/2020).


"Kami akan secara serius mempertimbangkan kembali kerja sama kami dengan Badan Energi Atom Internasional."

Iran dan sejumlah negara menandatangani Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) di 2015. Perjanjian itu dilakukan dengan China, Prancis, Rusia, Inggris, AS, termasuk Jerman dan negara Uni Eropa.

JCPOA membatasi penelitian uranium nuklir Iran selama delapan tahun. Selain itu, Iran juga dibebaskan dari semua sanksi internasional.

Namun di 2018, Presiden AS Donald Trump merevisi kembali JCPOA. Trump menilai perjanjian itu tak cukup mengerem nuklir Iran.

Buntutnya Trump menarik AS dari perjanjian. Bukan hanya itu, Iran pun dijatuhi sanksi ekonomi, yang menyebabkan ekonomi negara tersebut terpuruk.

Tekanan dari AS membuat Iran ingin kembali melanjutkan program nuklirnya. Eropa pun berupaya untuk menyelamatkan perjanjian tersebut.

Namun, Iran mengajukan syarat khusus pada Eropa. Iran menagih dana sebesar US$ 15 miliar, sebagai mana dijanjikan Prancis.

Prancis memang sempat mengusulkan pemberian kredit sebesar US$ 15 miliar hingga akhir 2019 jika Teheran mau kembali mematuhi perjanjian nuklir tahun 2015. Pemberian dana ini diberikan dengan skema pembelian minyak Iran.

Sayangnya langkah itu juga tergantung pada persetujuan AS. Karena tak kunjung terealisasi, Iran sempat menyalahkan Eropa atas keterpurukan perjanjian nuklir tersebut.

Awal Januari 2020 lalu, Iran akhirnya mengumumkan tidak akan lagi membatasi riset soal urainiumnya. "(Pengembangan) nuklir Iran di semua lini, kini tidak lagi dibatasi," tulis AFP mengutip pernyataan pejabat pemerintah Iran.

Presiden Iran Hassan Rouhani, telah berulang kali mengatakan bahwa langkah-langkah nuklir Teheran dapat dihentikan jika ekonomi Iran dilindungi. Arsitek perjanjian nuklir itu meminta Eropa membantu Iran keluar dari sanksi AS.

Sementara itu, Inggris dan Prancis menegaskan tetap berkomitmen pada kesepakatan nuklir Iran.

"Soal Iran, para pemimpin menegaskan komitmen mereka soal JCPOA dan perlu mendefinisikan kerangka kerja panjang untuk mencegah Iran membuat senjata nuklir," kata Juru Bicara Pemerintah Inggris, di sela-sela pertemuan di Berlin kemarin.

"Mereka sepakat de-eskalasi ... menemukan cara diplomatik untuk ketegangan ini."



[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading