Internasional

Pernyataan Terbaru Ayatollah, Serangan AS & Salah Tembak Iran

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
17 January 2020 17:18
Pernyataan Terbaru Ayatollah, Serangan AS & Salah Tembak Iran
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin TertinggiĀ Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk pertama kalinya sejak 2012, kembali memimpin salat Jumat di pusat ibu kota Teheran.

Dalam kemunculan pertamanya di publik pascaserangan ke pangkalan militerĀ AS dan insiden salah tembak rudal Iran ke Boeing 737-800 milik Ukraina, ia menyampaikan kembali betapa hebatnya serangan yang dilakukan negara tersebut pada militer Donald Trump.


"Fakta bahwa Iran memiliki kekuatan yang menampar kekuatan dunia (AS) menunjukkan bahwa ada tangan Tuhan (di dana)," katanya pada ribuan orang yang hadir dalam salat tersebut, sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (17/1/2020).


Ia pun kembali menegaskan bahwa pembunuhan Qasem Soleimani, pemimpin Pasukan Quds bagian dari Garda Militer Iran, adalah sebuah aksi terorisme. Menurutnya hal tersebut tak bisa dibiarkan.

Soleimani tewas dalam serangan AS di Bandara Baghdad 3 Januari lalu. Peristiwa ini menjadi awal kemarahan Iran pada AS, yang berujung pada serangan ke pangkalan militer pasukan koalisi di Ayn Al-Ansar dan Irbil 8 Januari lalu.

Dalam khotbah-nya tersebut, ia juga menyayangkan tragedi salah tembak yang dilakukan militer Iran. Di hari yang sama dengan serangan balasan ke AS, sebuah pesawat Boeing 737-800 milik Ukraina tak sengaja tertembak militer Iran.


Namun insiden itu, kata dia, tak boleh membuat semangat menuntut balas kematian Soleimani menjadi berkurang. Bahkan, dijadikan musuh Iran sebagai senjata untuk menyerang negara tersebut.

"Jatuhnya pesawat adalah sebuah kecelakaan yang menyedihkan, itu merasuk hingga ke hati kita," katanya dikutip AFP.

"Tetapi beberapa (oknum) mencoba membingkai ini sehingga kita melupakan pengorbanan Jenderal Soleimani."

Kecelakaan pesawat Boeing yang menewaskan 176 orang ini juga menyebabkan kekacauan di Iran. Demonstrasi terjadi berhari-hari dan meminta Khamenei untuk mundur dan meninggalkan Iran.


[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading