Internasional

Iran Tembak Rudal ke Pangkalan Militer AS, 11 Tentara Terluka

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
17 January 2020 13:54
Belasan tentara AS dikabarkan terluka dalam serangan rudal Iran ke pangkalan militer Al-Asad 8 Januari lalu.
Jakarta, CNBC Indonesia - Belasan pasukan Amerika Serikat (AS) dikabarkan terluka dalam serangan rudal Iran di pangkalan militer Al-Asad di Irak pada 8 Januari lalu.

Hal itu disampaikan koalisi militer pimpinan AS yang memerangi ISIS di Irak dan Suriah Kamis (15/1/2020), setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengumumkan tidak ada korban jiwa warga AS.

"Meski tidak ada anggota layanan AS yang tewas dalam serangan Iran pada 8 Januari di pangkalan udara Al Asad, beberapa di antaranya dirawat karena gejala gegar otak dari ledakan itu dan masih dalam pemindaian (screening)," kata koalisi itu dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip dari CNN International.


"Karena sangat berhati-hati, anggota layanan diangkut dari Pangkalan Udara Al Asad, Irak, ke Landstuhl Regional Medical Center di Jerman untuk pemindaian lanjutan. Ketika dianggap layak untuk bertugas, anggota layanan diharapkan untuk kembali ke Irak setelah pemindaian."

Seorang pejabat militer AS mengatakan ada 11 anggota layanan terluka dalam serangan itu. Defense One merupakan pihak yang pertama kali melaporkan mengenai korban luka.

Serangan Iran itu merupakan pembalasan atas serangan udara AS yang telah menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani pada 3 Januari. Iran disebut meluncurkan 16 rudal pada serangan itu.

Sebelumnya, beberapa jam setelah serangan, AS mengaku tidak ada korban yang terluka dalam serangan itu. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Trump melalui cuitan di Twitternya.

"Saya senang memberi tahu Anda: Orang-orang Amerika harus sangat berterima kasih dan senang tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan semalam oleh rezim Iran. Kami tidak kehilangan korban, semua prajurit kami selamat, dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kami," jelasnya saat itu.

Setelah cerita ini diterbitkan, Kapten Bill Urban yang merupakan juru bicara Komando Sentral AS, mengatakan militer sudah mengetahui setelah serangan bahwa 11 orang terluka. Delapan diantaranya diangkut ke Pusat Medis Regional Landstuhl di Jerman dan tiga orang dikirim ke Camp Arifjan di Kuwait untuk screening lanjutan.

"Sebagai prosedur standar, semua personel di sekitar ledakan diperiksa apakah mengalami cedera otak traumatis, dan jika dianggap perlu akan diangkut ke tingkat perawatan yang lebih tinggi," kata Urban dalam sebuah pernyataan.

"Semua tentara di daerah ledakan segera diperiksa dan ditangani sesuai prosedur standar, menurut Departemen Pertahanan. ... Ketika dianggap layak untuk bertugas, anggota dinas diharapkan untuk kembali ke Irak setelah screening."

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading