Hasil Evaluasi Posko Nasional ESDM, BPH Migas: Semua Aman

News - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
08 January 2020 17:12
BPH Migas memastikan ketersediaan stok BBM selama masa Posko Nasional ESDM aman dan tidak terjadi kelangkaan
Jakarta, CNBC Indonesia- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan stok BBM selama masa Posko Nasional ESDM aman dan tidak terjadi kelangkaan.

"Secara umum distribusi BBM tak terjadi suatu kelangkaan, yang ada cuma keterlambatan pengiriman, tapi tak mengganggu aktivitas masyarakat untuk memperoleh BBM di SPBU dan penyalur lainnya," ujar Anggota Komite BPH Migas, Henry Ahmad, saat konferensi pers di Kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Coverage Day BBM rata-rata selama masa posko, untuk Bensin dengan Ron 88 adalah 20 hari, Bensin Ron 90 adalah 18 hari, dan Bensin Ron 92 adalah 18 hari. Sementara untuk Bensin dengan Ron lebih dari 95 sebanyak 35 hari dan avtur 17 hari.



Secara umum, rata-rata penyaluran bensin selama masa posko pada 18 Desember 2019 sampai 7 Januari 2020 turun 34,51% dibanding rata-rata penyaluran normal selama 2019. Tercatat juga naik 5,08% dibanding dengan penyaluran pada masa posko Nataru 2018-2019.

Sementara itu untuk pasokan listrik juga aman, meskipun di beberapa sistem kelistrikan terjadi pemadaman secara lokal di Jawa dan Sumatera karena cuaca ekstrim seperti banjir dan angin puting beliung.

"Dari semua gardu yang ada, kemarin (7/1) 6.320 dari gardu tersebut, 6.243 sudah beroperasi. Di mana 1,2% bukan hanya di Jawa sudah termasuk di Luar jawa, masih belum beroperasi," katanya.

Dia menambahkan, sebagian besar gardu tersebut terendam, ada juga wilayah yang yang kebetulan terimbas longsor kena longsor hingga hanyut, otomatis tak ada lagi warga karena diungsikan.

Hasil Evaluasi Posko Nasional ESDM, BPH Migas: Semua AmanFoto: Anggota Komite BPH Migas, Henry Ahmad (CNBC Indonesia/Yuni Astutik)


"Kemungkinan besar tempat tersebut diisolasi dan ditinggalkan penduduknya. Dan wilayah tak digunakan, sehingga tak diaktifkan lagi gardunya," katanya lagi.

Adapun beban puncak nasional wilayah pengusahaan PLN mengalami penurunan pada Natal 2019 sebesar 15,29%, dan pada tahun baru 2020 sebesar 32,67% pada malam hari.


Selanjutnya untuk konsumsi listrik Jawa-Bali pada Natal 2019 mencapai 480 GWh naik 9,6% dibanding Natal 2018 yang sebesar 438 GWh. Untuk konsumsi listrik tahun baru 2020 tercatat 387 GWh naik dibanding dengn konsumsi listrik pada tahun baru 2019 sebesar 379 GWh.

Pasca Tahun baru 2020, beban puncak nasional mengalami peningkatan, yaitu pada malam hari 2 Januari 2020 sebesar 33.028,29 MW atau naik 19,27% dibanding hari sebelumnya. Ini dikarenakan masyarakat sudah kembali beraktivitas secara normal setelah liburan akhir tahun.

[Gambas:Video CNBC]





(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading