Wah, Ada Investasi Mandek Rp 300 T di Pertamina?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
30 December 2019 17:36
Wah, Ada Investasi Mandek Rp 300 T di Pertamina?
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) buka suara soal kabar adanya potensi investasi mandek sebanyak Rp 300 triliun yang belum berjalan di perusahaan. Pernyataan investasi yang mandek ini pertama kali diungkap oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, beberapa waktu lalu. 

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan dari sisi Pertamina investasi-investasi sudah dilakukan baik di hulu maupun hilir.

Fajriyah menerangkan dari sisi hulu pengeboran, perseroan melakukan upaya-upaya menahan laju penurunan alami lapangan yang sudah mature, investasi investasi Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC), dan investasi-investasi kilang lain Refinery Development Master Plan (RDMP) serta Grass Root refinery (GRR).


"Hilir infrastruktur hilir storage, kapal, DPPU, segala macam terus dibangun. Dari sisi Pertamina kita optimalkan investasi," tandasnya saat ditemui di Kantor BPH Migas, Senin, (30/12/2019).

[Gambas:Video CNBC]


Sebagai informasi dari total investasi Rp 708 triliun yang masuk tahun ini, Bahlil mengungkap sebesar Rp 300 triliun adalah investasi untuk Pertamina yang tidak kunjung rampung. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut dari Rp 708 triliun komitmen investasi yang sudah terealisasi Rp 129 triliun triliun.

Bahlil mengaku kaget mengetahui hal ini begitu ia menduduki jabatannya sebagai penjaga gawang investasi di BKPM. "Saya begitu masuk lihat investasi ini kenapa masalah? Ada 24 proyek yang nilainya sampai Rp 700 triliun," cerita Bahlil saat menyambangi kantor CNBC Indonesia, Kamis (12/12/2019).



Ia pun menelusuri apa yang membuat investasi ratusan triliun ini terhambat. Hasilnya, penyebabnya beragam mulai dari perlunya deregulasi, tumpukan birokrasi, masalah di kementerian teknis, hingga masalah tanah dan pembebasan lahan.

Rata-rata masalah investasi ini, kata dia, bukan di masalah prosedural tapi justru di lapangan yang membuat ruwet.

Nilai investasi yang tak kunjung rampung disebut mencapai Rp 579 triliun. Bahlil menyebut nilai komitmen investasi di Pertamina banyak terhambat masalah izin yang berbelit-belit.

Demi mempercepat realisasi invetasi Pertamina, BKPM akan melakukan kunjungan ke Abu Dhabi. BKPM akan mengadakan pertemuan dengan investor dalam rangka menyelesaikan komitmen investasi ADNOC di Indonesia.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading