Jokowi Periode II, RI Butuh Rp 6.300 T Bangun Infrastruktur

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
26 November 2019 12:58
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan Indonesia membutuhkan anggaran yang besar untuk melakukan pembangunan infrastruktur.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan Indonesia membutuhkan anggaran yang besar untuk melakukan pembangunan infrastruktur.

Ia menyebutkan, untuk lima tahun ke depan, setidaknya Indonesia membutuhkan US$ 450 miliar atau sekitar Rp 6.300 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

"Indonesia membutuhkan US$ 450 miliar dalam 5 tahun ke depan untuk pembangunan infrastruktur," ujar Sri Mulyani di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (26/11/2019).


Untuk melakukan pembangunan dengan jumlah sebesar itu, ujar Sri Mulyani, pemerintah tidak mampu membiayai sendiri. Sebab, APBN hanya bisa berkontribusi 37% dan selebihnya membutuhkan investasi dari swasta.



Oleh karenanya, pemerintah tengah menyusun strategi mendatangkan lebih banyak investasi. Salah satunya dengan sekuritisasi aset yang sudah ada saat ini.

"Kita terus memperkuat instrumen yang telah kita desain dan kita perkenalkan, misalnya hambatan terkait dengan pembebasan lahan sebelum diasetkan," kata dia.

Sri Mulyani menjelaskan, hingga saat ini pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus dalam pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam periode kedua.

"Pembangunan infrastruktur sangat penting karena juga menjadi bagian penting pada visi kepemimpinan Presiden Jokowi jilid II dan para menteri kabinet yang baru dibuat sebulan lalu," jelasnya.

"Ini adalah waktu yang tepat untuk menjelaskan apa yang akan dilakukan dan juga prioritas dalam pemerintahan ini, dan bagaimana pentingnya infrastruktur yang juga menjadi bagian dari prioritas."

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Kebut Infrastruktur di Periode II, Jokowi Butuh Rp6.000 T


(wed/wed)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading