Seram, Ekonomi Dunia Menuju Titik Terlemah Sejak Krisis 2008

News - Wahyu Daniel, CNBC Indonesia
21 November 2019 20:13
OECD mengatakan ekonomi dunia saat ini menuju titik terlemahnya sejak krisis keuangan global terjadi pada 2007/2008 lalu.
Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Investasi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD), mengatakan ekonomi dunia saat ini menuju titik terlemahnya sejak krisis keuangan global yang terjadi pada 2007/2008 lalu.

Kondisi ini membuat OECD meminta pemerintah di seluruh dunia melakukan investasi di sektor digital dan perubahan iklim. Lesunya perekonomian dunia ini disebabkan oleh melemahnya perdagangan dan investasi di dunia dalam dua tahun terakhir. Penyebabnya adalah perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump dengan China.

OECD memprediksi ekonomi dunia tumbuh 2,9% tahun depan, turun 0,1% dari prediksi sebelumnya di September.


Pertumbuhan ekonomi akan terus melambat di sekitar 3% pada 2020-2021. Sebelumnya angka prediksi pertumbuhan ekonomi di 2020-2021 adalah di kisaran 3,5%.



"Ini angka (pertumbuhan ekonomi) terlemah sejak krisis keuangan global," kata Kepala Ekonom OECD, Laurence Boone, dilansir dari AFP, Kamis (21/11/2019).

Menurut Boone, bank sentral di dunia telah mengambil kebijakan moneter yang tegas untuk menanggulangi efek negatif dari perang dagang. Namun pemerintah dari sisi fiskal tidak melakukan hal yang sama.

Banyak pemerintah di dunia yang gagal melakukan investasi untuk memperbaiki infrastruktur, serta melakukan digitalisasi ekonomi, serta menghadapi perubahan iklim yang terjadi.

Penurunan prediksi pertumbuhan ekonomi dunia ini membuat proyeksi untuk ekonomi AS pada 2021 melambat jadi 2%. Sementara Jepang dan Uni Eropa ekonominya diproyeksi tumbuh sekitar 0,7% dan 1,2%.

Untuk China, pada 2021 pertumbuhan ekonominya akan terus secara tajam menjadi 5,5%.

[Gambas:Video CNBC]


(wed/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading