Internasional

Krisis Guncang Benua Merah, Kini Giliran Kolombia

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
22 November 2019 13:09
Kolombia dilanda demo besar pada hari Kamis (21/11/2019)
Jakarta, CNBC Indonesia - Kolombia dilanda demo besar pada hari Kamis (21/11/2019). Ratusan ribu pendemo yang terdiri dari kelompok serikat pekerja, kelompok mahasiswa dan pengunjuk rasa lainnya turun ke jalan memprotes rencana reformasi ekonomi pemerintah.

Salah satu tuntutan pendemo adalah agar pemerintah mempertahankan upah minimum untuk kaum muda dan hak universal untuk pensiun. Mereka juga menyerukan ketidakpuasan di era pemerintahan Presiden Ivan Duque.


Kelompok pendemo lain juga memprotes berbagai masalah seperti kurangnya tindakan pemerintah untuk mencegah pembunuhan ratusan aktivis hak asasi manusia (HAM) termasuk korupsi di universitas. Demo yang terjadi di beberapa wilayah di Kolombia ini diwarnai aksi kekerasan.


Menurut laporan Reuters, sejak jam 7 malam waktu setempat, 42 warga sipil dan 37 polisi dilaporkan terluka. Hal itu dikonfirmasi oleh polisi dan kementerian dalam negeri. Sementara 36 orang telah ditangkap.

"Telah ada partisipasi warga yang sangat positif di hampir seluruh negara," kata Menteri Dalam Negeri Nancy Patricia Gutierrez kepada wartawan.

"Ada serangkaian insiden terisolasi yang telah dikontrol secara tepat dan memadai oleh polisi nasional."

Krisis Guncang Benua Merah Lagi, Kali Ini Giliran Kolombia
Foto: Demo Ricuh terjadi di Colombia (AP Photo/Fernando Vergara)


Salah satu lokasi demo yang kacau adalah di Bolivar Plaza, Bogota. Di lokasi ini dan beberapa kota lainnya pihak kepolisian terlihat menembakkan gas air mata.

Ini dikarenakan para pendemo merusak 64 stasiun angkutan massal, kata pihak berwenang. Sementara di Cali, para pengunjuk rasa memblokir jalan-jalan dan merusak bus transit massal.

Presiden Kolombia sendiri, Duque telah berulang kali membantah bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan perubahan itu. Ia menegaskan pemerintahnya tidak akan mentolerir kekerasan yang terjadi.


Sementara itu, ekonomi Kolombia di kuartal III-2019 ini hanya tumbuh 0,6%. Padahal di kuartal II-2019 lalu pertumbuhan mencapai 1,3%.

Demo yang terjadi di Kolombia ini bukan satu-satunya krisis yang terjadi di negara Amerika Latin. Chile dan Bolivia juga sedang dilanda krisis ekonomi dan demonstrasi.

Konflik di Chile dipicu karena kenaikan 4% biaya transportasi publik. Sementara Bolivia dilanda demo akibat masalah dalam hasil Pemilu, yang membuat Presiden Evo Morales mengundurkan diri.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading