Fantastis! Kang Emil Tawarkan Investasi Rp 840 T ke AS

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
21 November 2019 16:54
Fantastis! Kang Emil Tawarkan Investasi Rp 840 T ke AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menawarkan investasi senilai US$ 60 miliar di hadapan para investor Amerika Serikat (AS). Nilai tersebut setara dengan Rp 840 triliun, asumsi kurs Rp 14.000/US$.

Pria yang kerap disapa Kang Emil ini merinci, nilai fantastis tersebut untuk total 209 proyek pembangunan di Jawa Barat.

"60 proyek transportasi bernilai US$ 16,1 miliar, 36 proyek sumber air bernilai US$ 1,6 miliar, 30 proyek pembangunan perumahan bernilai US$ 4,8 miliar, 21 proyek energi bernilai US$ 31,6 miliar dan 2 proyek zona industri bernilai US$ 5,8 miliar," ujar Ridwan Kamil saat menjadi pembicara di US-Indonesia Investment Summit, Kamis (21/11/2019). 

Saat ini, lanjut Emil, sudah ada investor AS yang tertarik untuk berinvestasi di Jawa Barat dengan estimasi nilai Rp 40 triliun pada bidang teknologi.


"Perusahaannya mana itu masih rahasia. Karena tidak semua investor mau dirilis datanya," ujar Kang Emil.

Adapun sampai saat ini, sudah terdapat 11 proyek yang dilelang oleh Pemprov Jawa Barat kepada para penanam modal yang berniat melakukan investasi di Jawa Barat.

Ke-11 proyek tersebut di antaranya adalah Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Legok Nangka, proyek LRT (Lintas Rel Terpadu) Jakarta-Bandung.

"Kemudian kota industri baru di 'Segitiga Rebana. Yang ditawarkan itu juga sedang diproses tadi rilis jalan tol US$ 4 miliar atau sekitar Rp 50 triliun sampai Rp 60 triliun jalan tol sampai Cilacap," jelas Emil.


Emil juga sempat menyinggung penerbitan obligasi daerah atau municipal bond yang rencananya akan diterbitkan oleh Pemprov Jawa Barat. Penerbitan obligasi tersebut sampai saat ini masih dalam tahap komunikasi dengan DPRD Jawa Barat.

"Komunikasi itu untuk masuk dalam pemahaman Gubernur Jateng-Jabar, isunya lebih kepada kesepahaman politik di level daerah," ujarnya.

Setelah itu, baru akan difinalisasi proyek apa saja yang akan dibiayai melalui penerbitan obligasi daerah tersebut.

"Tahun depan belum [menerbitkan bond]. Kita baru sampai pada memahami bahwa itu akan dibutuhkan sebagai strategi financial engineering," jelas mantan Wali Kota Bandung ini.




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading