Kecewanya AHY tak Jadi Menteri Jokowi, Begini Pengakuannya

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
21 November 2019 06:01
Kecewanya AHY tak Jadi Menteri Jokowi, Begini Pengakuannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono buka-bukaan perihal kegagalannya menjadi salah satu menteri dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Pernyataan itu disampaikan AHY dalam sebuah perbincangan bertajuk "Menguak Sosok AHY (Agus Yudhoyono Exclusive)" di akun YouTube Deddy Corbuzier yang diunggah, Selasa (19/11/2019).

"Kalau kecewa, ada rasa kecewa. Jujur. Kan kita gak boleh bohong ini kan? Manusia boleh gak kecewa? Haruslah kecewa. Maksudnya terhadap sesuatu yang tidak diharapkan, terjadi tidak sesuai dengan yang dia harapkan," ujarnya.


"Kecewa itu manusiawi. Sedih manusiawi. Marah manusiawi. Tapi yang paling penting bagaimana setelah itu kita bisa menghadapi itu dengan baik begitu. Jadi kalau ada kekecewaan, iya," lanjut AHY.

Menurut dia, kekecewaan itu bukan berasal darinya semata, melainkan juga dari Partai Demokrat dan elemen masyarakat lain yang berharap AHY masuk ke dalam kabinet. Bagi AHY, hal itu merupakan sesuatu yang wajar.

"Dan saya tidak menganggap itu sesuatu yang buruk. Saya menghormati penuh hak prerogatif presiden. Presiden berarti telah menentukan pilihan pembantu-pembantunya yang terbaik menurut beliau lima tahun ke depan," katanya.

"Kita doakan sukses. Kita dukung kalau memang itu untuk rakyat. Kita kritisi kalau ada yang tidak berpihak pada rakyat. Kalau ada yang tidak baik untuk masa depan bangsa kita. Tapi kalau untuk masalah menteri, di luar pemerintahan, bagi saya sesuatu yang biasa. Kalau saya ingin jabatan saya tidak keluar dari TNI. Kalau pangkat mau saya kejar gitu, saya tidak keluar dari TNI," lanjut AHY.



Lebih lanjut, AHY juga meminta agar pengalamannya ini menjadi pelajaran bagi masyarakat. Utamanya apabila belum bisa mendapatkan sesuatu yang diharapkan atau dicita-citakan.

"Let it go kemudian bangun lagi rasa percaya diri. Inget loh kita ini bisa berperan di mana saja. Kita berarti gagal selamanya kalau gara-gara gak punya jabatan setop di situ. Pangkat dan jabatan itu sementara. emang menteri itu selamanya? Bisa aja besok gak jadi menteri lagi," ujar AHY.

"Jadi yang penting peran kita apa yang paling penting. Makanya saya tetap keliling ke berbagai daerah bro, saya tetap datang ke kampus-kampus, saya tetap menyapa masyarakat, berkegiatan sosial. Karena bagi saya it's matter of time. Kita itu kalau saatnya mendapatkan tugas itu ya kita harus siap, diri kita harus siap. Kita hanya bisa menyiapkan diri," lanjutnya.
(miq/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading