Ditanya DPR Soal Muamalat-Jiwasraya, OJK Minta Rapat Tertutup

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
18 November 2019 14:51
Ditanya DPR Soal Muamalat-Jiwasraya, OJK Minta Rapat Tertutup
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memohon di hadapan anggota Komisi XI DPR untuk melakukan rapat tertutup guna membahas persoalan Bank Muamalat, Jiwasaraya, dan investasi-investasi bermasalah lainnya.

Anggota Komisi XI DPR Misbakhun yang pertama kali mengajukan pertanyaan kepada OJK.

Ia mempertanyakan hal tersebut kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santsoso. Menurut Misbakhun, bagaimana perihal pandangan OJK terhadap sekelumit masalah keuangan yang menimpa Bank Muamalat dan Jiwasraya. Serta masalah Hanson International (MYRX) yang diduga telah menyalahi Undang-undang perbankan.


"Apa pandangan OJK terhadap seluruh masalah ini, dan apa saja langkah yang sudah dilakukan OJK, yang punya tugas terhadap pengawasan dan perlindungan konsumen?" ujar Misbakhun di ruang rapat kerja Komisi XI DPR, Senin (18/11/2019).

Pertanyaan Misbakhun kemudian ditimpali oleh Anggota Komisi XI DPR yang lain, yakni Hendrawan Supratikno.

"Kalau dari kacamata DPR, OJK ini tidak tegas [...] OJK sudah diberi kewenangan yang besar, just do it. Kalau evaluasi kinerja dengan letupan yang berderet, ini krisis keuangan bisa lahir, jika OJK tidak tegas dalam menjalankan wewenangnya," tutur Hendrawan.

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati juga menyoroti mengenai Bank Muamalat yang merupakan lokomotif ekonomi syariah di Indonesia.

Secara komprehensif, Anis menyebutkan bahwa berdasarkan dari jejak digital yang ada, pada tahun lalu OJK juga sudah melakukan rapat dengan Komisi XI. Saat itu, Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa Bank Muamalat tidak mempunyai masalah likuiditas.

"Cuma tidak ada tambahan modal untuk ekspansi, masalahnya tidak ada investor yang menyuntik. Tapi kita lihat tidak sesederhana itu," ujar Anis.

"Pada Kuartal I pendapatan Bank Muamalat anjlok 98% yang mencapai Rp 110 miliar, terendah dalam empat tahun terakhir. Akibatnya laba bersih turun, NPL gross tercatat 5%. Kami pertanyakan, bagaimana pengawasan OJK. Masalah sudah muncul sejak 2015, tapi kondisi sampai sekarang belum naik, bagaimana pengawasan kredit Bank Muamalat?" kata Anis merinci.

Ditanya DPR Soal Muamalat-Jiwasraya, OJK Minta Rapat TertutupFoto: Cantika Dinda / CNBC Indonesia


OJK Minta Rapat Tertutup

Menanggapi hal tersebut, Ketua OJK Wimboh Santoso hanya memberikan gambaran umum saja soal persoalan-persoalan yang dihadapi oleh Bank Muamalat, Jiwasraya, dan investasi-investasi bermaslah lainnya.

Dia pun meminta untuk diadakan rapat khusus secara tertutup dengan Komisi XI DPR.

"Saya akan sampaikan umum saja. Detailnya lebih baik tertutup" ujar Wimboh pada kesempatan yang sama.

Lebih lanjut, Wimboh mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengawasan sebagai otoritas pengawas, dan sudah meyakinkan ke masyarakat agar terlindungi kepentingannya.

Berkaitan dengan hal-hal tersebut, kata Wimboh pihaknya saat ini sedang melakukan analisisnya secara detail. Dan sudah melakukan komunikasi kepada pemilik, khususnya untuk Bank Muamalat dan Jiwasraya untk mencari investor.

"Tentunya kami coba minta kepada pemilik untuk melakukan setoran di asuransi, maupun di perbankan sama, kalau pemilik tidak bisa kami kasih waktu dan kami minta untuk cari investor," ucap Wimboh.

"Apabila pemilik tidak bisa kita kasih waktu dan minta utk cari investor, mencari investor ini juga tidak gampang dan terbuka untuk siapa saja, baik perbankan dan asuransi," kata Wimboh melanjutkan.

Mengamini permintaan Wimboh, Anggota Komisi XI DPR pun menyepakati akan melakukan rapat tertutup guna membahas sekelumit masalah yang ada di dalam Bank Muamalat dan Jiwasraya.

Rapat dilakukan setelah dilakukan setelah istirahat, makan dan sholat Dzuhur atau sekitar pukul 13.30 WIB. Kendati demikian, saat Ishoma tersebut, Wimboh tidak keluar dari ruangan rapat.




[Gambas:Video CNBC]



(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading