Bukti Ekonomi RI Lesu: Toko Elektronik & Toko Online Sepi

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
17 November 2019 15:41
Bukti Ekonomi RI Lesu: Toko Elektronik & Toko Online Sepi
Jakarta, CNBC Indonesia - CNBC Indonesia pekan lalu menyambangi Pusat Grosir Cililitan (PGC), toko-toko elektronik di Pasar Kramat Jati, hingga Plaza di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sebagian besar pegawai toko gawai yang beradai di lantai 3 PGC hanya terlihat duduk menyaksikan layar gawai lantaran tak ada pengunjung yang mesti dilayani.

Pihak pengelola PGC, Ian Wisan mengakui toko-toko retail di tempatnya memang lengang dari kunjungan. Menurutnya, ini merupakan konsekuensi dari perubahan gaya berbelanja masyarakat dari toko fisik menuju online.


Ternyata bukan toko fisik offline sajaa yang sepi, toko online juga sama. Hal itu datang dari pengakuan para pedagang online yang berjualan elektronik di sebuah platform e-commerce.




Henri, pemiliki toko online Setia Mandiri Elektronik mengaku penjualan turun drastis selepas Lebaran dan musim penerimaan siswa/siswi, yang berakhir pada Juni 2019 lalu. Produk TV LED yang jadi andalannya tak banyak laku terjual.

"Penjualan sepi. Di bulan Juli dan Agustus, itu penurunan yang drastis sekitar 30-40%," kata Henri kepada CNBC Indonesia, Selasa (12/11/2019).

Toko online yang dikelola Henri memiliki pengikut sebanyak 1,59 ribu di salah satu platform e-commerce ternama. Itu belum termasuk jumlah di marketplace lain jadi lapak dagangannya.

Secara umum, lesunya penjualan elektronik di toko online-nya merupakan bagian dari akumulasi dari kinerja marketplace. Dia mengatakan, penjualan di platform e-commerce cenderung stagnan dalam 6 bulan terakhir.

"Mungkin karena spending orang turun," ucapnya.

Ekonomi Indonesia memang sedang mengalami perlambatan. Perekonomian Indonesia terus tumbuh melambat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,07% secara year on year (YoY) pada kuartal I, kemudian turun menjadi 5,05% YoY pada kuartal II dan turun lagi menjadi 5,02% (YoY) pada kuartal III tahun ini.

Pada kuartal III-2019, konsumsi rumah tangga menyumbang 56,52% dari pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Hawa penurunan konsumsi, juga terlihat dalam periode tersebut. Di manan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencerminkan bahwa optimisme masyarakat terhadap perkonomian dalam negeri terus tergerus.

Angka IKK terus menurun dalam lima bulan terakhir. Pada Oktober 2019, yakni sebesar 118,4, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 121,8. Angka IKK pada Oktober 2019 juga lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 119,2.




IKK pada Oktober 2019 yaang sebesar 118,4 mencatatkan angka terendah sejak Februari 2017.

Selain IKK, penjualan ritel RI juga tumbuh minimalis. Bank Indonesia (BI) mengumumkan sepanjang September tahun ini, penjualan ritel hanya dapat tumbuh 0,7% YoY.

Melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,1% dan menjadi laju terlemah sejak Juni 2019.

[Gambas:Video CNBC]



(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading