Ini Kriteria Penting Calon Bos Pertamina dari Jokowi!

News - Gustidha Budiartie & Anisatul Umah, CNBC Indonesia
12 November 2019 14:32
Ini Kriteria Penting Calon Bos Pertamina dari Jokowi!
Jakarta, CNBC Indonesia- Pencarian bos-bos pelat merah masih belum berakhir. Setelah BTN, Mandiri, dan Inalum yang nama kandidatnya diajukan hari ini, disebut-sebut PT Pertamina (Persero) juga masuk antrean.

Meski begitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membantah soal adanya pergantian bos di pelat merah migas. "Belum ada, orang direkturnya lagi berangkat ke Aramco hari ini sama direktur keuangan. Orang kerja digoyang-goyang, kan kasihan," kata Erick saat dijumpai di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (11/11/2019).



Namun, informasi yang diterima oleh CNBC Indonesia dari salah satu petinggi di Pertamina memastikan bahwa Presiden Joko Widodo memang tengah menyeleksi ketat para pimpinan di BUMN-BUMN strategis, termasuk Pertamina.


"Intinya semua harus satu visi misi dengan presiden. Termasuk Pertamina, jadi semua memang dipanggilin sama Menteri BUMN satu-satu samakan visi-misi kembali," ujarnya, Selasa (12/11/2019).

Salah satu visi dan misi yang disorot oleh Jokowi untuk Pertamina adalah soal ketahanan energi dan CAD. Presiden Jokowi berkali-kali menekankan soal pentingnya menekan impor migas dan mengebut pembangunan kilang.



"Saya mengingatkan kepada para menteri untuk konsentrasi pada langkah-langkah terobosan untuk kurangi impor kita. Baik itu impor BBM yang jadi penyumbang defisit terbesar, oleh sebab itu pembangunan kilang harus jadi prioritas," ujar Jokowi dalam rapat terbatas, Senin (11//11/2019).

Dalam lima tahun terakhir, Pertamina sudah berganti pucuk pimpinan sebanyak tiga kali. "Pengembangan berjalan tidak sesuai speed yang saya inginkan. Itu karena terlalu banyak pergantian dari kepemimpinan puncaknya," kata Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Dirinya belum bisa melihat siapa sosok potensial di Pertamina untuk menjadi dirut. Saat ditanya apakah dirut yang sekarang sesuai dengan konteks kebutuhan, dirinya mengatakan tidak ada orang yang sempurna. Dirut yang sekarang, imbuhnya, masih harus melakukan pengembangan.

Lebih lanjut disampaikan Tanri Abeng, Pertamina dikebut membangun kilang dan harus menggenjot produksi di hulu. Sehingga harus dilakukan perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM). Dibutuhkan orang yang mampu melihat prioritas sektor tersebut. "Menggerakkan manusia sama halnya menggerakkan struktur. Jika struktur nggak benar, maka organisasinya bisa kacau. Jadi memang tidak gampang."

Sebelum membicarakan direksi, menurutnya perlu diperjelas dulu apa misinya, strategisnya, dan struktur organisasinya. Dari struktur tersebut bisa dirinci berapa direksi yang dibutuhkan dan harus ditempatkan orang-orang yang kompeten.



Meski sudah memiliki kompetensi di bidangnya, jika tidak mendapatkan kepemimpinan, kekuatan orang-orang ini tidak akan optimal. "Jadi yang paling penting adalah membangun organisasi yang dipimpin oleh seorang Dirut yang bekerja dalam satu tim," ungkapnya.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading