Siapa Dirut Pertamina Pilihan Erick Thohir?

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
09 November 2019 19:38
Siapa Dirut Pertamina Pilihan Erick Thohir?
Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sedang berburu calon direksi baru untuk menempati posisi puncak di 5 pelat merah kelas kakap. Salah satunya adalah dikabarkan untuk duduk sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Informasi yang diterima CNBC Indonesia dari salah satu pemangku kepentingan di sektor energi, Pertamina masuk dalam 5 BUMN kakap yang akan diprioritaskan mendapat bos baru. kelima BUMN tersebut adalah PT Inalum (Persero) atau MIND ID, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).


Saat ini PT Pertamina (Persero) dipimpin oleh Nicke Widyawati. Nicke menduduki jabatan itu sejak Agustus 2018 lalu. Terpilihnya Nicke berdasarkan pengajuan langsung dari Menteri BUMN Rini Soemarno saat itu.


Nicke kemudian disetujui oleh Presiden Joko Widodo untuk memimpin Pertamina, yang saat itu sudah kosong kursinya selama 4 bulan dan sebenarnya diisi oleh Nicke sebagai pelaksana tugas untuk menggantikan Elia Massa Manik.

Terkait isu ini, beberapa nama pun mulai beredar sebagai calon pengganti Nicke. Setidaknya sampai saat ini sudah ada tiga nama yang beredar, yakni; Elia Massa Manik, Dwi Sutjipto, dan Gigih Prakoso.


Untuk Elia Massa Manik dan Dwi Sutjipto sebenarnya sudah pernah menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina, meskipun hanya sebentar saja. Dari seluruh nama tersebut, nama Elia Massa Manik paling banyak disebut oleh sumber-sumber yang ditemui CNBC Indonesia.

Setidaknya dua sumber praktisi migas menyebut nama Elia Massa Manik masuk dalam daftar yang dipertimbang. Massa, panggilan akrabnya, bahkan disebut-sebut juga direkomendasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Elia Massa Manik membantah kabar ini saat dikonfirmasi oleh CNBC Indonesia.

"Jangan mengarang," katanya, awal pekan lalu.

Menteri BUMN Erick Thohir sendiri belum memberikan pernyataan tegas soal pergantian dirut Pertamina ini. Namun Erick telah memberi sinyal sebelumnya bahwa para direksi BUMN memang harus siap untuk dicopot.

"Cuma yang tadi saya bilang, kalau saya saja dan Pak wamen siap dicopot ya direksi mesti siap dicopot, kalau apalagi dengan hal-hal yang tidak baik. Kalau selama baik kita jalani sama-sama," kata dia, akhir bulan lalu.

Salah satu pertimbangan untuk mengganti bos Pertamina ini adalah beban yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo untuk mengebut proyek kilang. Kepastian investasi pembangunan kilang yang selama 5 tahun periode awal pemerintahan Jokowi tidak ada progres signifikan. Di antaranya adalah kepastian pembangunan kilang Cilacap dengan Saudi Aramco.

"KPI (key performance indicator) bagaimana Jiwasraya, lalu Krakatau Steel, Aramco, kereta cepat Jakarta Bandung itu fokus empat ini dulu. Tapi ada delapan KPI tambahan yang pasti kita akan lakukan kalau ini sendiri sudah ada progres," kata Erick.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tanri Abeng mengaku juga sudah bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Tapi tidak sempat bicara banyak," katanya saat dijumpai CNBC Indonesia, Kamis (7/11/2019).

Meski tidak ada pembahasan mengenai pergantian dirut atau mencari dirut baru untuk Pertamina. Tapi, dia tidak membantah soal kemungkinan adanya pergantian direksi.

"Mungkin ada direksi yang akan ganti," katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading